Palu (ANTARA) - Juru Bicara Pusat Data dan Informasi (Pusdatina) COVID-19 Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) Moh. Haris Kariming menyatakan terjadi penambahan kasus baru COVID-19 di Sulteng yakni sebanyak 14 orang dan sembuh 12 orang.

"Hari ini 14 orang terkonfirmasi positif COVID-19 berdasarkan hasil pemeriksaan sampel usap. Mereka berada di sejumlah daerah antara lain 11 orang di Kota Palu, satu orang di Kabupaten Morowali Utara (Morut), satu orang di Sigi dan satu orang di Donggala,"katanya di Palu, Kamis malam.

Dengan bertambahnya 14 orang pasien COVID-19 tersebut, secara kumulatif hingga saat ini COVID-19 telah menginfeksi 528 orang di Sulteng.

Sementara itu, tujuh orang pasien COVID-19 juga dinyatakan sembuh hari ini. Mereka berada di sejumlah daerah yakni lima orang di Palu dan dua orang di Sigi.

Baca juga: ACT Sulteng gagas gerakan "Bangkit Bangsaku" bantu pangan warga

Baca juga: Pasien COVID-19 di Sulteng yang sembuh bertambah 12 orang


"Mereka telah diizinkan pulang dan berkumpul dengan keluarganya, namun harus menerapkan protokol pencegahan penularan dan penyebaran COVID-19. Secara kumulatif sampai saat ini 335 orang di Sulteng telah sembuh dari COVID-19," ujarnya.

Selain itu satu orang pasien COVID-19 di Kota Palu dinyatakan meninggal dunia dan telah dikebumikan dengan standar protokol COVID-19. Kini total pasien COVID-19 yang meninggal dunia berjumlah 21 orang.

"Saat ini 172 orang menjalani isolasi baik secara mandiri maupun di pusat pelayanan kesehatan milik pemerintah daerah setempat. Kemudian 630 sampel usap saat ini masih dalam pemeriksaan di Unit Pelaksana Teknis (UPT) Laboratorium Dinas Kesehatan Provinsi Sulteng di Palu," ujarnya.

Haris berharap hasil pemeriksaan 770 sampel usap tersebut negatif COVID-19 agar tidak terjadi peledakan kasus COVID-19 di Sulteng.

Ia mengimbau masyarakat agar mendukung tim pengawas Dinas Kesehatan kabupaten dan kota di Sulteng yang melakukan penelusuran terhadap orang-orang yang pernah melakukan kontak dengan pasien positif COVID-19.

"Langkah tersebut sangat penting untuk memutus mata rantai penyebaran dan penularan COVID-19 di Sulteng," katanya.*

Baca juga: Pasien terinfeksi COVID-19 di Sulteng mendekati 500 orang

Baca juga: Asisten II Pemprov Sulteng positif COVID-19, puluhan ASN dites usap