Mataram (ANTARA) - Menteri Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Bambang Brodjonegoro meminta Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat melakukan diversifikasi ekonomi dengan tidak lagi bergantung pada sektor pertambangan.

"Selama ini saya melihat NTB masih sangat bergantung pada sektor tambang, tinggalkan tambang dan mulai seriusi sektor ekonomi yang lain, pariwisata, pertanian, industri kreatif dan yang lain mempunyai potensi besar untuk dikembangkan," kata Bambang Brojonegoro pada Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) Provinsi NTB di Mataram, Kamis.

Ia menilai diversifikasi ekonomi merupakan kunci utama dalam peningkatan ekonomi yang harus segera dilakukan Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB sehingga perlu ada implementasi yang lebih tegas yakni melalui diverifikasi ekonomi dengan menghilangkan ketergantungan pada sektor tambang terutama dari hasil pertambangan yang dilakukan PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT).

"Ini tidak bisa dipertahankan terus karena komoditas dan harga tambang tidak pernah stabil (fluktuatif). Bahan tambang juga cepat habis. Apalagi ketika terjadi penurunan produksi, dampaknya akan mempengaruhi perekonomian di sekitarnya," jelasnya.

Karena itu, ia meminta Pemprov NTB untuk membenahi sektor yang lain dan mulai menggarap sektor non-tambang seperti pariwisata, pertanian, industri pengolahan atau industri kreatif.

Ia mencontohkan, Sulawesi Barat dan Selatan merupakan daerah penghasil nikel dan kakao. Namun industri olahan menjadi salah satu yang diseriusi oleh pemerintah daerah setempat sehingga Sulawesi diprediksi menjadi industri pengolah besi dan baja terbesar setelah Cilegon.

"Khusus untuk NTB dengan akan dibangun smelter di Kabupaten Sumbawa Barat harus diikuti dengan olahan konsetrat sehingga hilirisasi industri di sektor tambang bisa tercipta, seperti di pabrik smelter Gresik, Jawa Timur (Jatim). Nah inilah yang harus dimulai oleh NTB," ucap Bambang Brodjonegoro.

Sementara itu, lanjut Bambang Brodjonegoro, dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi NTB, sektor pariwisata benar-benar digarap mengingat potensinya yang luar biasa dan menjadi penyangga ekonomi NTB. Namun keseriusan pemerintah NTB dalam mengembangkan sektor ini sangat dibutuhkan.

"Pariwisata adalah sektor yang mempunyai efek terhadap sektor lain, maju mundurnya sektor pariwisata juga berpengaruh pada eksistensi sektor lain, ke depan bila pariwisata diseriusi, NTB tidak lagi membutuhkan tambang," tegasnya.

Terlebih lagi, NTB akan menjadi tuan rumah penyelenggaraan Moto GP yang bakal digelar di Kawasan Ekonomi khusus (KEK) Mandalika. Pagelaran Moto GP tersebut selain menampilkan event berkelas dunia juga memberikan dampak pada pendapatan daerah dan negara. Karena itu, ia kembali menegaskan agar sektor non-tambang khususnya pariwisata mendapat sentuhan dan perhatian yang maksimal dari Pemprov NTB.

"NTB harus "all out" dalam mengembangkan sektor lain selain pertambangan karena kalau ini bisa dengan sendirinya NTB bisa lepas dari pertambangan," katanya.