Jakarta (ANTARA) - Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi mengunjungi kamp pengungsi Palestina di Amman, Yordania, sebagai bagian dari kegiatan untuk memberi dukungan kepada rakyat Palestina.

Didampingi Komisioner Jenderal Badan Bantuan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA) Pierre Krähenbühl, Menlu RI bertemu dengan para siswa dari Sekolah New Amman Camp.

Dalam keterangan tertulis Kementerian Luar Negeri RI yang diterima di Jakarta, Kamis, disebutkan bahwa Menlu RI melakukan dialog dan memberi semangat kepada para siswa yang tergabung dalam parlemen sekolah.

“Jangan pernah menyerah, jaga semangatmu dan InsyaAllah semuanya akan lebih baik di masa datang,” kata Menlu Retno kepada para siswa Palestina.

Parlemen sekolah dibentuk sebagai upaya untuk memperkuat nilai-nilai kemanusiaan, demokrasi, dan kemampuan sosial para siswa melalui peran aktif mereka dalam tatalaksana persekolahan.

Sekolah yang dikunjungi Menlu RI merupakan salah satu dari 171 sekolah yang didirikan di berbagai kamp pengungsi Palestina di Jordan untuk memenuhi kebutuhan sekitar 121 ribu pelajar.

Dengan dukungan negara-negara sahabat, termasuk Indonesia, UNRWA juga telah menyediakan antara lain 25 pusat kesehatan, 10 pusat rehabilitasi berbasis masyarakat, dan 14 pusat program perempuan untuk mengakomodasi kebutuhan dasar para pengungsi.

Di kamp pengungsi tersebut saat ini terdapat lebih dari 78 ribu orang pengungsi Palestina. New Amman Camp merupakan salah satu dari 10 kamp yang tersebar di Yordania, di mana sekitar 370 ribu orang pengungsi Palestina lama menetap.

Secara total, terdapat lebih dari 2 juta pengungsi Palestina yang berada di wilayah Yordania. Sebagian besar mengungsi pasca Nakba, yaitu eksodus sekitar 700 ribu warga Palestina setelah meletusnya Perang Arab-Israel pada 1948.

Kunjungan Menlu Retno di New Amman Camp diakhiri dengan mengunjungi rumah salah satu pengungsi Palestina, yang sudah bertahun-tahun berada di kamp tersebut.

Dalam kesempatan tersebut, Menlu Retno menyampaikan kembali komitmen pemerintah dan masyarakat Indonesia untuk terus memperjuangkan hak-hak rakyat Palestina, termasuk kemerdekaan bangsa Palestina.

Kunjungan ke kamp pengungsi Palestina menutup rangkaian kegiatan Menlu RI di Amman, Yordania.

Sebelumnya, Menlu RI telah membuka “Pelatihan Internasional bagi para Pelatih mengenai Perencanaan Usaha bagi Perempuan di Tempat Pengungsian" (International Training of Trainers on Business Planning for Women in Refugees Camps).

Menlu RI juga menyaksikan penandatangan penandatangan letter of intent (LOI) oleh Sekjen Kemlu RI mewakili Indonesia dan Asisten Menlu untuk urusan Asia, Afrika dan Australia dari Kemlu Palestina, mengenai pemberian bantuan kemanusiaan untuk Palestina berupa pengadaan desalinasi air dan obat obatan serta peralatan kesehatan.

Menlu RI juga telah menandatangani MoU dengan Komisioner Jenderal UNWRA, mengenai distribusi kontribusi kemanusiaan Indonesia bagi pengungsi Palestina ex-Gazan di Jerash Camp, Yordania, sebesar 1 juta dolar AS.

Baca juga: Menlu Retno luncurkan pelatihan bisnis untuk pengungsi Palestina

Baca juga: Indonesia beri bantuan kemanusiaan 1 juta dolar AS untuk pengungsi Palestina

Baca juga: Indonesia-Yordania dorong kerja sama dukung perjuangan Palestina