Jakarta (ANTARA News) - Pemerintah Rumania menawarkan salah satu pelabuhannya untuk dapat dimaksimalkan oleh pihak Republik Indonsia sebagai akses masuk ke pasar Uni Eropa (UE) dan memperkuat sektor perdagangan kedua negara.

Anggota Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI Jon Erizal dalam rilis yang diterima di Jakarta, Jumat, mengemukakan bahwa tawaran tersebut sangat menarik untuk dikaji lebih jauh sepanjang volume arus perdagangannya ekonomis.

"Menurut saya, perlu dibentuk tim kecil untuk melihat lebih jauh masalah ini," kata politisi PAN itu saat bersama-sama delegasi DPR RI yang dipimpin Wakil Ketua BKSAP Juliari P Batubata dengan Kamar Dagang Rumania di Bukares, Rabu (21/3).

Dalam pertemuan tersebut, Rumania menawarkan pelabuhan Constanta di tepi Laut Hitam sebagai hub logistik utama bagi masuknya komoditas impor nasional ke negara itu.

Pemerintah Rumania menyatakan sangat menyambut baik bila pebisnis dari Indonesia berniat melebarkan sayap usahanya ke negara itu dengan memanfaatkan pelabuhan utama Constanta sebagai pintu masuk arus barang.

Apalagi, Rumania juga dinilai tengah serius meningkatkan daya saing pelabuhan tersebut agar mampu sejajar dengan standar dan kinerja pelabuhan utama yang telah mapan di Eropa, seperti misalnya di Rotterdam, Belanda.

Sementara di Indonesia, Kepala Kantor Otoritas Pelabuhan Utama Tanjung Priok Arif Toha dukung arahan Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi untuk menciptakan pelabuhan Tanjung Priok menuju pelabuhan kelas dunia dengan ciri pelayanan kepelabuhanan mudah, cepat, transparan dan murah kepada para pengguna jasa transportasi laut.

"Sesuai arahan Menhub, Pelabuhan Tanjung Priok akan terus memacu peningkatan layanan di Pelabuhan Tanjung Priok dan memastikan layanan Inaportnet diimplementasikan secara konsisten serta peningkatan pengawasan juga menyediakan layanan pengaduan," kata Arif.

Arif memastikan layanan Inaportnet di Pelabuhan Tanjung Priok akan diterapkan secara konsisten dengan meningkatkan pengawasan dan menyediakan layanan pengaduan.