Bandung (ANTARA News) - Kepala Kepolisian Resor Garut AKBP Budi Satria Wiguna menyatakan warga yang menjadi korban keracunan di Kecamatan Malangbong, Kabupaten Garut, Jawa Barat, tersisa 77 orang dari 191 orang yang tercatat mendapatkan perawatan medis di rumah sakit dan puskesmas.

"Laporan terakhir sekarang tinggal 77 orang," kata Budi kepada wartawan di Garut, Jumat.

Ia menuturkan, korban yang masih mendapatkan perawatan medis itu belum diperbolehkan pulang karena masih menunggu hasil observasi dokter terkait perkembangan kesehatannya.

"77 orang itu masih nunggu hasil observasi dokter menunggu perkembangannya membaik," katanya.

Ia menyampaikan, kasus keracunan makanan itu masih dalam penyelidikan kepolisian lebih lanjut termasuk melibatkan ahli medis untuk memeriksa sampel makanan yang dikonsumsi korban.

Selama ini, lanjut dia, kepolisian masih menunggu hasil uji labororium untuk selanjutnya melakukan penyelidikan lebih lanjut.

"Belum ada hasilnya, diperkirakan dua sampai tiga hari lagi," katanya.

Terkait tersangka, kata dia, kepolisian tidak mencari tersangka, karena kasus keracunan itu merupakan musibah yang tidak hanya dialami oleh warga, tetapi keluarga yang membagikan makanannya juga menjadi korban.

"Tidak ada tersangka, ini murni musibah, keluarganya juga terkena musibah," katanya.

Sebelumnya, warga Desa Sakawayana, Kecamatan Malangbong, tiba-tiba mengeluhkan sakit mual, muntah, dan pusing setelah menyantap makanan yang disajikan dalam hajatan warga di desa tersebut, Selasa (6/3).

Selanjutnya warga yang mengeluhkan sakit dievakuasi ke Puskesmas Malangbong untuk mendapatkan penanganan medis, sebagian warga lainnya dievakuasi juga ke puskesmas terdekat, bahkan harus dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Slamet Garut.

Peristiwa tersebut tidak menimbulkan korban jiwa, sebagian besar korban keracunan sudah diperbolehkan pulang dan berobat jalan setelah mendapatkan penanganan medis di puskesmas.