Garut (ANTARA News) - Sejak diperkenalkan pada Gaikindo Indonesia International Autoshow (GIIAS) Agustus 2015, Honda BR-V belum pernah mengalami penyegaran atau facelift.



Agen pemegang merek PT Honda Prospect Motor (HPM) kemungkinan besar melakukan penyegaran pada Honda BR-V yang menjadi andalan di segmen SUV (sport utility vehicle) tujuh penumpang itu.


Baca juga: (Honda BR-V, perpaduan pas SUV dan MPV)



Hal itu diisyaratkan Direktur Pemasaran dan Layanan Purna Jual HPM, Jonfis Fandy, di sela-sela petualangan Honda BR-V ke Kamojang pada 13-14 Pebruari di Garut, Jawa Barat.




“Ya, ada lah,” ujarnya ketika didesak pertanyaan mengenai penyegaran crossover yang mulai dipasarkan di Indonesia sejak 2016 itu.



Ia mengakui untuk menggairahkan pasar otomotif, selain model baru dan insentif atau diskon, juga dibutuhkan penyegaran pada model yang sudah berada di pasaran.

Jonfis yakin Honda BR-V dengan sejumlah keunggulannya sebagai SUV tujuh penumpang masih akan mampu menarik minat masyarakat Indonesia untuk membeli kendaraan tersebut.




“Kami percaya selain modelnya, running cost yang rendah, tenaga mesin yang bagus, irit bahan bakar, dan nyaman dikendarai, akan membuat mereka beli (Honda BR-V),” katanya.




Kendati demikian, ia tidak berani menaruh target pertumbuhan penjualan yang tinggi mengingat pasar otomotif tahun ini diprediksi belum tumbuh signifikan.




“Setidaknya (penjualan Honda BR-V) sama dengan tahun lalu,” kata Jonfis.




Tahun 2017 total penjualan Honda BR-V mencapai 21.932 unit.




Kendaraan ini menjadi salah satu tulang punggung HPM untuk mendulang volume penjualan, selain Honda Mobilio dan Honda Brio.



Baca juga: (Honda jual 5.845 unit sepanjang pameran Gaikindo, BR-V terbanyak)