Jakarta (ANTARA News) - Hari ini, Samsung resmi membawa generasi terbaru seri Galaxy A, yaitu A8 dan A8+, ke Indonesia, yang mengusung tampilan bergaya.

�Generasi terbaru Galaxy A, memakai Infinity Display seperti S8,� kata Presiden Samsung Electronics Indonesia, Jaehoon Kwon, saat peluncuran di Jakarta, Rabu.

Sama seperti S8 dan Note 8, Galaxy A8 dan A8+ memiliki radio bodi terhadap layar 18,5:9, menghadirkan tampilan layar yang besar tanpa membuat bodi ponsel terlalu besar saat digenggam.

Kedua ponsel ini didukung layar Super AMOLED dan teknologi FHD. Perbedaannya, Galaxy A8 berukuran lebih kecil yakni 5,6 inci sementara A8+ berlayar 6 inci.


Samsung Galaxy A8 resmi dijual di Indonesia seharga Rp 6,499 juta. (ANTARA News/Natisha Andarningtyas)





Galaxy A8 dan A8+ membawa fitur-fitur yang selama ini terdapat di ponsel premium merk asal Korea Selatan ini, seperti yang ada di seri Galaxy S8 dan Note 8.

Anggota keluarga baru Galaxy A sudah dilengkapi dengan Bixby Vision, teknologi keamanan pemindai sidik jari dan pengenal wajah untuk membuka kunci ponsel, serta sertifikasi IP68 yang membuat ponsel ini tahan debu dan air.

Tidak seperti ponsel-ponsel pendahulunya, live focus atau efek bokeh di Galaxy A8 dan A8+ berada di kamera depan, alias menggunakan teknologi kamera ganda konfigurasi 16MP+8MP bukaan lensa f 1.9.

Sementara untuk kamera belakang, keduanya menggunakan sensor 16MP bukaan f 1.7, dilengkapi video digital image stabilization sehingga hasil rekaman stabil meskipun pengguna bergerak saat merekamnya.

Perbedaan Galaxy A8 dan A8+ juga terletak di kapasitas baterai serta RAM.

Versi Plus memakai kapasitas baterai 3.500mAh, sementara A8 hanya 3.000mAH. Keduanya sudah mendukung teknologi fast charging.

Sementara untuk RAM dan ROM, Galaxy A8 memakai konfigurasi 4GB+32GB sedangkan A8+ 4GB+64GB.

Dari segi harga, terdapat perbedaan yang cukup signifikan untuk varian ini. Galaxy A8 dijual seharga Rp6,499 juta sementara A8+ Rp8,099 juta.




Samsung Galaxy A8+ resmi dijual di Indonesia seharga Rp 8,099 juta. (ANTARA News/Natisha Andarningtyas)