Jakarta (ANTARA) - Markas Besar (Mabes) Polri mengerahkan personel Brimob hingga tim trauma "healing" untuk membantu penanganan gempa bumi magnitudo 5,6 di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.

Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol. Dedi Prasetyo usai melepas keberangkatan tim bantuan gempa di Mabes Polri, Jakarta, Senin, mengatakan saat ini anggota SAR Kompi 3 Batalyon B Pelopor Satbrimob Polda Jabar sudah berada di lokasi gempa untuk membantu proses evakuasi.

“Anggota Brimob sudah melaksanakan kegiatan SAR penanganan longsor pascagempa bumi di daerah Kecamatan Cugenang, Kabupaten Cianjur," kata Dedi.

Dedi menjelaskan Kapolri telah menerbitkan surat telegram melalui Asops Kapolri terkait penanganan gempa di Cianjur. Dalam surat telegram tersebut, Mabes Polri akan mengerahkan bantuan penanganan gempa di Cianjur.

Adapun bantuan yang dikerahkan, yakni lima personel Ditpoludara beserta satu unit helikopter, 94 personel Ditsamapta Korsabhara Baharkam Polri, dan 202 personel Korbrimob Polri dengan kualifikasi SAR.

Baca juga: IDI Cianjur kerahkan dokter untuk tangani korban gempa Cianjur
Baca juga: Puan: keselamatan warga jadi prioritas untuk tangani gempa Cianjur


"Selain itu dikirim 20 personel Pusdokkes Polri beserta dua ambulans,"

Selain membantu evakuasi penanganan gempa di Cianjur, Polri menerjunkan tim trauma "healing" guna memberikan bantuan penanganan psikologi kepada korban gempa.

"Sebanyak 16 personel trauma healing dari Biro Psikologi juga dikerahkan," ujarnya.

Diketahui, gempa bumi dengan magnitudo 5,6 melanda wilayah barat daya Kabupaten Cianjur, Provinsi Jawa Barat, pada Senin, 21 November 2022, pukul 13.21 WIB.

Menurut BMKG, pusat gempa bumi berada di koordinat 6,84 Lintang Selatan dan 107,05 Bujur Timur sekira 10 kilometer barat daya Kabupaten Cianjur, di kedalaman 10 km.

Gempa yang getarannya dirasakan hingga wilayah Jakarta, Bekasi, Depok, Bogor, dan wilayah di Jawa Barat lainnya itu menurut BMKG tidak berpotensi menimbulkan tsunami.