Jakarta (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta bersama tim gabungan mengevakuasi warga terdampak banjir termasuk di Kalibata, Jakarta Selatan, ke lokasi pengungsian sementara.

"Ada 68 Kepala Keluarga (KK) atau 270 jiwa ke lokasi pengungsian di Kalibata," kata Kepala Satuan Pelaksana Pengolahan Data dan Informasi BPBD DKI Jakarta, Michael
Sitanggang di Jakarta, Kamis.


Warga tersebut dievakuasi di Masjid Al Mustaghfirin RT 012/RW 005, Kalibata, Jakarta Selatan.

Berdasarkan data BPBD Jakarta hingga pukul 18.00 WIB, di Kelurahan Kalibata terdapat satu Rukun Tetangga (RT) yang terdampak banjir dengan ketinggian air mencapai sekitar satu meter.

Selain karena curah hujan tinggi, banjir juga disebabkan luapan Kali Krukut.

Sebanyak 41 RT di Jakarta termasuk di Kalibata yang terdampak banjir, yakni Kelurahan Pejaten Barat sebanyak dua RT. Banjir ini ketinggian air 80-90 sentimeter (cm) karena curah hujan dan luapan saluran penghubung Sarua.

Baca juga: Gulkarmat Jaktim kerahkan personel untuk atasi banjir di Pulogadung
Baca juga: PLN siagakan 2.209 personel dan 131 peralatan untuk antisipasi banjir

Kemudian di Kelurahan Ragunan sebanyak 12 RT dengan ketinggian air 90 cm dan Kelurahan Jati Padang di tiga RT dengan ketinggian air 70 cm.

Selanjutnya, Kelurahan Pancoran sebanyak sembilan RT dengan ketinggian air 60 cm karena luapan Kali Krukut. Sedangkan dinKelurahan Pondok Labu ada satu RT dengan ketinggian 50 cm.

Selain itu, Kelurahan Cipete Utara sebanyak tiga RT dengan ketinggian air 1,3 meter karena luapan Kali Krukut dan Kelurahan Tegak Parang ada 10 RT dengan ketinggian air hingga 70 cm juga dipicu curah hujan dan luapan Kali Krukut.

BPBD DKI Jakarta mengerahkan personel untuk mengawasi kondisi banjir di setiap wilayah dan mengkoordinasikan unsur Dinas SDA, Dinas Bina Marga serta Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) untuk melakukan penyedotan genangan bersama dengan para lurah dan camat setempat.

BPBD DKI mengimbau kepada masyarakat agar tetap berhati-hati dan waspada terhadap potensi genangan yang terjadi. Dalam keadaan darurat, warga diimbau segera menghubungi nomor telepon 112.
Baca juga: BPBD DKI kerahkan puluhan personel tangani banjir di Jaksel
Baca juga: Jakarta Pusat kerahkan 860 personel untuk antisipasi banjir