Jambi (ANTARA) - Hutan Adat Warga Serampas di Kecamatan Jangkat Kabupaten Merangin Provinsi Jambi menjadi salah satu kawasan yang menjadi bagian penilaian dari Tim UNESCO Global Geopark (UGG) untuk Geopark Merangin.

"Hutan Warga Serampas termasuk titik lokasi yang menjadi bagian pengamatan tim UGG dalam rangka assesment Geopark Merangin menjadi global geopark. Penilaian digelar pada hari ketiga penilaian di Merangin," kata Wakil Bupati Merangin H Nilwan Yahya di Bangko Kabupaten Merangin, Kamis.

Geopark Merangin merupakan kawasan geopark berusia 350 juta tahun yang terdapat biota dan pohon pada masa Araucarixylon yang telah terfosilkan merupakan patahan pohon yang telah menjadi batu, yang berada di sisi kanan Sungai Batang Merangin dengan posisi kemiringan sekitar 130 derajat.

Kawasan yang menjadi salah satu kekayaan dan destinasi wisata unggulan Provinsi Jambi itu, saat ini dalam proses assesment oleh tim penilai UGG yang terdiri dari Babis C Fosula dan Alireza. Tim akan menelusuri kawasan geopark tersebut pada 6-11 September 2022, terutama di kawasan Sungai Batang Merangin serta komponen pendukungnya.

Baca juga: Geopark Merangin menuju UNESCO Global Geopark

Baca juga: Geopark Merangin gandeng Geopark Rinjani jelang penilaian UNESCO


"Tim assesmen melakukan penilaian terhadap "geo bio culture", termasuk rencananya mengamati keberadaan Hutan Adat warga Serampas di kawasan Jangkat itu," kata Nilwan Yahya.

Ia menjelaskan assesmen Geopark Merangin-Jambi itu, tim penilai UGG pada hari pertama akan fokus melakukan penilaian geo bio culture, yang akan mengulas warisan Geologi bernilai internasional (Fosil Permian).

Selain itu, tim penilai UGG akan melakukan penilaian terkait edukasi-konservasi, di Sekolah Dasar Negeri 14 Desa Air Batu dan implementasi Sustainable Development Goals (SDGs) pada basecamp pegiat lokal geowisata.

Penilaian lainnya terhadap geo bio culture terhadap rumah adat dan situs megalitik. Edukasi-Konservasi akan dilakukan kepala pelajar SMK Negeri 6 Merangin dan SDGs pada Homestay.

"Edukasi-konservasi dilakukan pada pohon asuh dan keberadaan Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH). SDGd akan dilakukan terhadap pertanian dan perkebunan berkelanjutan," kata Wabup Merangin itu.

Selain itu ia mengajak seluruh lapisan masyarakat Provinsi Jambi, khususnya masyarakat Kabupaten Merangin, untuk bersama-sama terlibat dalam menyukseskan assesment Geopark Merangin-Jambi.

"Keterlibatan masyarakat untuk meloloskan Geoprak Merangin-Jambi masuk Unesco Global Geopark (UGG) itu sangat besar, terlebih masyarakat di kawasan geopark dalam proses pengembangan kawasan geopark itu sendiri," katanya.

Lebih lanjut ia menyebutkan, masyarakat harus tahu tentang kekayaan warisan budaya, geologi dan keanekaragaman hayati yang dimiliki Geopark Merangin-Jambi, sehingga tidak sekedar menikmati, namun juga mengetahui sejarahnya.

"Jika masyarakat memahami itu semua, akan timbul rasa bangga dan kesadaran menjaga dan melestarikan Geopark Merangin-Jambi," katanya menambahkan.

Baca juga: Pemkab siapkan tim dampingi penilai dari UNESCO ke Geopark Merangin

Baca juga: Kemenparekraf fasilitasi Geopark Merangin jadi Unesco Global Geopark