Jayapura (ANTARA) - Manajemen Maskapai Susi Air menyatakan akan membantu memfasilitasi kebutuhan bagi para penumpang dan pilot yang memerlukan perawatan. Untuk kepentingan komunikasi dan informasi bagi keluarga korban telah disediakan nomor kontak khusus yang dapat dihubungi yaitu 0811-2113093, ungkap Managing Director Susi Air Geoffrey dan Kuasa Hukum Susi Air Rasamala Aritonang dalam keterangan persnya yang diterima Antara, Kamis malam.

Susi Air menyampaikan keprihatinan sekaligus meminta maaf kepada masyarakat khususnya para penumpang atas terjadinya insiden kecelakaan pesawat Susi Air jenis pesawat Pilatus Porter PK-BVM Flight nomor penerbangan 9424 dengan rute penerbangan dari Timika menuju Duma lepas landas pada pukul 05:32 WIT, dengan waktu tempuh 20-30 menit sampai di Duma.

Insiden itu diketahui setelah BASARNAS, Kamis, pukul 05:54 WIT menginformasikan kepada Susi Air bahwa ELT (Emergency Locator Transmitter) salah satu pesawat Susi Air telah diaktifkan.

Baca juga: Korban Susi Air dievakuasi sekitar 1 KM dari TKP

Baca juga: Tim SAR gabungan evakuasi korban pesawat Susi Air ke Timika
Dari informasi itu kemudian Susi Air melakukan pengecekan pada sistem informasi penerbangan dan segera menjalankan prosedur tanggap darurat.

Informasi insiden kecelakaan diterima pertama kali oleh Susi Air pada pukul 06:33 WIT yang disampaikan salah satu pesawat Caravan milik Susi Air yang terbang tanggap darurat di atas area Duma dan melihat jatuhnya pesawat Pilatus Porter PK-BVM yang lokasi kecelakaannya berada 3 nautical mile dari landasan pesawat Duma.

Pesawat Pilatus Porter PK-BVM diterbangkan oleh seorang pilot dengan membawa enam orang penumpang.

Susi Air memberikan upaya terbaik untuk memastikan seluruh penumpang dan pilot dievakuasi ke rumah sakit terdekat di Timika guna mendapatkan layanan, pemeriksaan serta pemulihan kesehatan yang maksimal.

Seluruh penumpang serta pilot pesawat telah dipastikan selamat dan telah dievakuasi serta telah mendapat perawatan.*

Baca juga: Polri pastikan seluruh penumpang Susi Air mendapat perawatan medis

Baca juga: Airnav jelaskan kronologi kecelakaan pesawat Susi Air di Papua