Bandarlampung (ANTARA) - Perum Bulog Divisi Regional Lampung menargetkan pada 2022 serapan beras dan gabah milik petani dapat mencapai 94.000 ton.

"Bulog sudah menargetkan tahun ini penyerapan beras ataupun gabah dapat mencapai 94.000 ton" ujar Kasi Sekretariat, Umum dan Humas Bulog Lampung, Ido Noviansyah, saat dihubungi di Bandarlampung, Senin.

Menurut dia, dengan ditargetkannya serapan gabah dan beras milik petani di tahun ini dapat membantu menjaga stabilitas harga dan pasokan beras serta gabah di Lampung.

"Untuk stok komoditas pada 2022 ini telah disiapkan kurang lebih 30.000 ton beras, dan 120 ton untuk komoditas lainnya, jadi keterjaminan komoditas di Lampung aman," katanya.

Dia mengatakan, stok komoditas tersebut diperkirakan cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Lampung selama enam sampai tujuh bulan ke depan.

"Stok bisa memenuhi kebutuhan 6-7 bulan ke depan, dengan posisi kita terus melakukan serapan gabah. Untuk pemenuhan di Lampung aman dan target kami pun akan terus memasok ke daerah defisit sesuai program Gubernur," ucapnya.

Ia melanjutkan, dengan adanya serapan serta terpenuhinya stok komoditas selama 6 bulan ke depan, stabilitas pangan dapat terus terjaga.

"Harapannya stabilitas pangan terjaga sampai beberapa waktu ke depan, lalu pada tahun kemarin pun telah ada serapan sebanyak 2.000 ton jagung milik petani di Lampung dan akan terus dilakukan hal serupa di tahun ini," katanya.

Sebelumnya pada 2021 Bulog Divisi Regional Lampung mencatat jumlah total stok beras di Lampung mencapai 58.000 ton.

Diketahui Provinsi Lampung sebagai salah satu daerah penghasil produk pertanian memiliki luas baku sawah 361.699 hektare dan pada 2019 panen padi mencapai 464.103 hektare dengan produktivitas 2,16 juta ton gabah kering giling (GKG) atau setara dengan 1,24 juta ton beras, dan pada 2021 angka sementara produksi padi adalah 2,47 juta ton gabah kering giling.

Sedangkan bila di konversi menjadi beras konsumsi masyarakat tercatat pada 2021 produksi beras Lampung diperkirakan mencapai 1,41 juta ton dengan luas panen padi 490,59 ribu hektare dan target tanam padi Lampung diperkirakan mencapai tiga juta ton untuk memenuhi kebutuhan pangan Lampung dan sejumlah daerah.

Baca juga: Bulog Lampung serap 35 ribu ton beras petani pada 2021

Baca juga: Stabilkan harga, Bulog serap 11 ton jagung Lampung Timur

Baca juga: Ada beras kemasan 200 gram diperkenalkan Bulog Lampung