Jakarta (ANTARA) - Langkah pasangan Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti terhenti pada perempat final Olimpiade Tokyo 2020 setelah ditaklukkan unggulan pertama asal China Zheng Si Wei/Huang Ya Qiong.

Pada laga yang berlangsung Rabu di Lapangan 2 Musashino Forest Sport Plaza, Tokyo, Jepang, Praveen/Melati yang merupakan unggulan keempat itu takluk 17-21, 15-21 dalam waktu 35 menit.

Mengutip laman BWF, gim pertama tidak berjalan mulus bagi Praveen/Melati. Persaingan sengit sudah terjadi sejak awal antara kedua pasangan. Zheng/Huang memimpin, sementara Praveen/Melati menempel ketat.

Praveen/Melati mampu menyamakan kedudukan 14-14. Namun selepas itu Zheng/Huang kembali memimpin dan dengan sigap mengamankan poin-poin akhir. Kalah cepat, Praveen/Melati terpaksa kehilangan gim pertama 17-21.

Pada gim kedua, keadaan tak banyak berubah. Praveen/Melati masih terus tertekan. Mereka tidak mengubah pola permainan, masih sama seperti gim sebelumnya. Tak heran, lawannya semakin mudah mencuri poin.

Perlawanan wakil Garuda juga terbilang lemah. Mereka tidak mampu mencari celah menembus pertahanan lawan, bahkan tak sekali pun kedudukan mereka imbang. Praveen/Melati seperti terbawa permainan Zheng/Huang.

Praveen/Melati masih tertinggal mendekati akhir permainan, kedudukan sudah 15-20. Tak mampu lagi mengejar, mereka menyerah 15-21.

Dengan hasil tersebut, maka Praveen/Melati tidak dapat melanjutkan ke semifinal Olimpiade Tokyo 2020. Mereka terpaksa mengubur mimpi menggenggam medali ajang paling bergengsi sejagad itu.

Kehilangan Praveen/Melati, Indonesia masih menyisakan dua wakil yang akan berlaga Rabu sore, yakni tunggal putra Grup J Anthony Sinisuka Ginting menghadapi Sergey Sirant dari Tim Pengungsi Olimpiade pukul 16.00 WIB.

Kemudian ditutup dengan penampilan tunggal putra Grup G Jonatan Christie yang akan menantang pemain Singapura Loh Kean Yew pukul 17.20 WIB.

Sebelumnya, tunggal putri Gregoria Mariska Tunjung sukses mengamankan tiket 16 besar setelah menumbangkan pemain Belgia Lianne Tan 21-11, 21-17.