Jakarta (ANTARA) - Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia mengatakan program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) sangat membantu perbaikan ekonomi Indonesia di tengah pandemi COVID-19.

Direktur Riset CORE Indonesia, Piter Abdullah menyampaikan efektivitas PEN tidak tepat jika diukur dengan pulihnya ekonomi secara langsung dalam waktu singkat karena tujuan utama PEN adalah meningkatkan ketahanan perekonomian.

“Kalau kita lihat dari perspektif seperti ketahanan masyarakat, ketahanan usaha, ketahanan ekonomi, program PEN sudah sangat membantu,” kata Piter dalam diskusi daring, Rabu.

Baca juga: Pemerintah sinkronkan rencana dan alokasi anggaran proyek PEN

Piter menyampaikan efektifitas PEN salah satunya bisa terlihat dari pertumbuhan ekonomi yang semakin membaik. Meski sempat terpuruk pada kuartal II 2020 dengan pertumbuhan minus 5,32 persen, melalui program PEN, pertumbuhan ekonomi berangsur membaik hingga kuartal I 2021 dengan minus 0,74 persen.

“Diyakini pada trwiulan II 2021, perekonomian kita sudah mula positif. Ini adalah cerminan dari bagaimana berbagai program yang diambil pemerintah sudah berdampak baik terhadap perekonomian kita,” ujar Piter.

Kebangkitan ekonomi, lanjut Piter, juga terlihat dari membaiknya indikator perekonomian seperti PMI (Purchasing Managers Index), Indeks Keyakinan Konsumen, penjualan ritel, kendaraan bermotor, hingga penjualan properti.

Baca juga: Sri Mulyani ungkap empat langkah perkuat belanja untuk pulihkan RI

“Semua itu menunjukkan perbaikan, sehingga sangat wajar pemerintah meyakini bahwa pada triwulan II ini perekonomian bangkit,” tuturnya.

Ia pun meminta agar pemerintah terus mempertahankan program-program PEN yang telah terbukti berpengaruh terhadap ketahanan dan pertumbuhan ekonomi, terutama program yang langsung menyentuh masyarakat seperti program padat karya. Selain tentunya menjaga agar tidak ada lonjakan kasus COVID-19 yang bisa menghalangi pemulihan ekonomi.

“Yang sangat dibutuhkan adalah mempercepat penyerapan PEN dan pemerintah sudah banyak upaya mendorong ke arah sana. Kita harus disiplin menjalankan protokol kesehatan dan aktivitas yang sifatnya produktif harus dilaksanakan,” katanya.

Adapun Menteri Keuangan Sri Mulyani menyampaikan alokasi anggaran untuk program PEN 2021 mencapai Rp699,43 triliun yang bertujuan untuk mempercepat penanganan pandemi COVID-19, khususnya melalui penyediaan vaksinasi, mempertahankan dan meningkatkan daya beli masyarakat serta mendorong kinerja dunia usaha.

Alokasi untuk sektor kesehatan ditetapkan sebesar Rp176,30 triliun, perlindungan sosial Rp157,41 triliun, program prioritas Rp125,06 triliun, dukungan UMKM dan korporasi Rp186,81 triliun dan pemberian insentif usaha Rp53,86 triliun.