Jakarta (ANTARA) - Ketua DPR RI Puan Maharani bersama Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dan Kakorlantas Polri Irjen Pol. Istiono menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Pengamanan Operasi Ketupat 2021 di Posko Pengendalian Transportasi di Cirebon, Jawa Barat.

"Bahwa sebagai Ketua DPR, fungsi pengawasan tentu saja harus dilakukan bagaimana pengendalian arus mudik ini bisa disinergikan secara bersama-sama oleh instansi terkait, bersama-sama TNI/Polri," kata Puan Maharani melalui keterangan tertulis di Jakarta, Rabu.

Puan meminta aparat yang terlibat di lapangan untuk bersikap tegas namun humanis dalam menghalau warga yang memaksakan melakukan perjalanan darat selama peniadaan mudik Lebaran 2021.

Puan juga meminta anggota di lapangan bekerja secara solid lintas instansi menghalau masyarakat yang hendak melakukan perjalanan transportasi darat untuk memutus rantai penyebaran COVID-19 maka perlu pendekatan yang persuasif kepada masyarakat.

"Saya tentu saja berharap bahwa apa saja kebijakan yang dilakukan itu mempunyai sinergitas bersama, soliditas bersama, dan gotong royong bersama dalam implementasinya di lapangan," tutur Puan.

Baca juga: Menhub, Ketua DPR, Kakorlantas pantau Tol Trans Jawa naik helikopter

Jika petugas tidak bekerja sinergis, gotong royong, dan solid di lapangan, menurut Puan, akan menimbulkan kebingungan di tengah masyarakat yang mempunyai kepentingan untuk bisa kembali ke kampung halamannya.

Sementara itu, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan bahwa segala kesiapan jajaran dalam menghalau warga yang nekat sudah siap.

Ia mengatakan bahwa pihaknya mengajak Ketua DPR RI Puan Maharani ke Cirebon karena daerah ini merupakan salah satu titik pergerakan yang paling banyak, yang terjadi dari barat ke timur.

"Di sinilah Kakorlantas, Dirlantas, TNI, kapolres, dan dishub melakukan penegakan hukum, apakah itu putar balik, apakah itu mempersilakan bila mereka memenuhi syarat. Oleh karena itu, dari satu sisi DPR tahu apa yang kami lakukan memang by law itu sesuai," katanya.

Kakorlantas Polri Irjen Pol. Istiono menegaskan bahwa aspek keamanan peniadaan mudik, mulai 6 sampai dengan 17 Mei 2021 sudah siap dengan misi Operasi Ketupat 2021 untuk operasi kemanusiaan.

Menurut Istiono, sinergitas dan fleksibilitas di lapangan menjadi harapan yang harus dikelola sama-sama aparat di lapangan.

"Harapan dan keinginan masyarakat di lapangan harus dikelola supaya mudik ini benar-benar dapat dilaksanakan dengan baik," katanya.

Istiono menegaskan bahwa Operasi Ketupat 2021 adalah operasi kemanusiaan yang lebih menekankan tindakan persuasif dan humanis.

Baca juga: Kakorlantas: Orang sakit boleh perjalanan dengan bawa surat keterangan