Kuala Lumpur (ANTARA) - Pemerintah Malaysia telah membayar kompensasi penangguhan proyek High Speed ​​Rail (HSR) ke Pemerintah Singapura senilai RM320.270.519.24 atau Rp1,1 triliun.

Pengumuman tersebut disampaikan melalui pernyataan bersama antara Menteri Transportasi, Singapura Ong Ye Kung dan Menteri di Departemen Perdana Menteri (Ekonomi) Malaysia, Mustapa Mohamed, Senin.

Dalam pernyataannya disebutkan Pemerintah Republik Singapura dan Pemerintah Malaysia telah menyelesaikan penyelesaian kompensasi berkenaan dengan pengakhiran Perjanjian Bilateral Proyek HSR pada 31 Desember 2020.

Pembayaran senilai 102.815.576.00 dollar Singapura telah dilakukan oleh Pemerintah Malaysia untuk mengganti Pemerintah Republik Singapura atas biaya yang timbul untuk pengembangan Proyek HSR dan sehubungan dengan perpanjangan penangguhan Proyek HSR.

"Kedua negara mencapai kesepakatan damai tentang jumlah tersebut setelah proses verifikasi oleh Pemerintah Malaysia. Jumlah ini merupakan pelunasan penuh dan final sehubungan dengan pengakhiran Perjanjian Bilateral," katanya.

Kedua negara tetap berkomitmen untuk menjaga hubungan baik dan membina kerja sama yang erat untuk kepentingan bersama bagi rakyat kedua negara.

Proyek kereta kecepatan tinggi Kuala Lumpur–Singapura adalah sebuah proyek kereta api untuk menghubungkan Kuala Lumpur, Malaysia ke Singapura melalui sebuah jalur kereta kecepatan tinggi. Proyek ini diumumkan oleh Perdana Menteri Malaysia saat itu, Najib Razak, pada September 2010.

Baca juga: Proyek kereta api cepat Malaysia-Singapura dibatalkan Baca juga: Mahathir: kereta Singapura-Malaysia dilanjutkan dengan biaya murah

Baca juga: Malaysia tunda kelanjutan pembangunan kereta api RTS dengan SIngapura