Jakarta (ANTARA) - PT Pegadaian (Persero) melakukan standardisasi terhadap 220 gerai (outlet) di seluruh Indonesia pada tahun ini, guna meningkatkan mutu layanan dan memberikan kenyamanan bagi nasabah.

Pencanangan wajah baru gerai Pegadaian dengan tema Wajah Baru Untuk Indonesia ditandai dengan peresmian gerai Pegadaian Cabang Kediri.

Direktur Utama PT Pegadaian Persero Kuswiyoto mengatakan standardisasi akan lebih mengedepankan kemudahan akses, interaksi, desain dan fungsi ruang yang lebih nyaman serta fleksibel.

"Standardisasi outlet bisa memberikan atmosfer dan semangat bekerja yang baru untuk meningkatkan kualitas, mutu layanan, dan memberikan pengalaman baru kepada nasabah yang datang ke Pegadaian. Dengan begitu, nasabah bisa merasa nyaman saat bertransaksi di Pegadaian," kata Kuswiyoto dalam keterangan resmi diterima di Jakarta, Kamis.

Kuswiyoto menjelaskan perubahan dilakukan untuk meningkatkan brand image outlet Pegadaian menjadi lebih modern dan menjaring segmentasi calon nasabah baru melalui tampilan gedung yang elegan dan modern.

Perbedaan antara gerai yang baru dan yang lama terletak pada desain yang lebih modern dan elegan, mengakomodasi ruang untuk fungsi penjualan relationship officer, dan jika luas memadai, akan dilakukan penambahan ruang layanan khusus bagi nasabah prioritas.

Selain itu, perbedaan juga akan terletak pada perubahan desain dan spesifikasi material yang lebih baik dari sebelumnya, dan adanya penyesuaian dengan adaptasi kebiasaan baru (new normal) dalam pelayanan ke nasabah dengan menerapkan penggunaan penyekat berbahan acrylic pada counter dan meja transaksi, tempat duduk terpisah yang dapat disesuaikan jaraknya, fasilitas tempat cuci tangan serta hand sanitizer.

Kuswiyoto menambahkan standardisasi ini tidak hanya memberikan kenyamanan pada nasabah, tetapi juga bagi karyawan Pegadaian. Tidak hanya itu, melalui standardisasi ini karyawan juga diharapkan dapat bekerja lebih semangat, dan memberikan pelayanan yang terbaik bagi nasabah.

Sementara itu, Direktur Pesona Indonesi Jaya (PIJ) Sri Suryani, sebagai penanggung jawab dalam proses pembangunan standardisasi outlet Pegadaian, mengatakan bahwa saat ini Pegadaian mengambil sejarah baru setelah sebelumnya telah melakukan transformasi produk, sistem, hingga budaya kerja.

Memasuki akhir Oktober 2020, progres pembangunan telah mencapai 76,4 persen dari total target 220 outlet yang akan dilakukan standardisasi hingga Desember 2020. Saat ini pembangunan masih terus dilakukan, di mana 78 outlet dalam proses pengerjaan dan 52 lainnya masih dalam tahap desain.

"Proses pembangunan standardisasi outlet hanya berfokus pada tiga titik lokasi, yaitu tampilan muka, ruang publik, dan back office," kata Sri.

Proses standarisasi juga akan dilakukan penambahan sekitar 200 kantor cabang pada tahun 2021. Kedepannya, standardisasi akan diimplementasikan secara bertahap pada semua outlet Pegadaian di seluruh Indonesia.

Baca juga: Pegadaian gandeng Shopee perluas akses masyarakat investasi emas
Baca juga: Ajak masyarakat tabung emas, Pegadaian beri diskon hingga 20 persen
Baca juga: Pegadaian kembangkan gadai saham, pinjaman bisa sampai Rp20 miliar