Jakarta (ANTARA) - Kementerian Perhubungan mengharapkan program pembelian layanan angkutan perkotaan atau buy the service (BTS) yang dinamakan "Teman Bus" dapat menjadi bagian digitalisasi 4.0 smart city.

"Layanan Teman Bus ini diharapkan menjadi bagian digitalisasi 4.0 smart city program yang mendukung cashless society," ujar Dirjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan, Budi Setiyadi di Jakarta, Kamis.

Selain itu, lanjut dia, diharapkan juga dapat mengintervensi pengembangan angkutan umum perkotaan di Indonesia sehingga muncul terobosan yang inovatif dan responsif terhadap program bantuan bus selama ini yang dinilai kurang berhasil.

Ia mengemukakan sebagai langkah awal implementasi dari program BTS memberikan subsidi penuh bagi operator dengan fasilitas pendukung di bus yang lebih baik, sehingga diharapkan lebih banyak penumpang yang beralih ke moda transportasi publik di seluruh Indonesia.

Ia menambahkan layanan Teman Bus dilengkapi juga dengan aplikasi mobile yang sudah bisa diunduh di playstore dan appstore untuk memudahkan penumpang mendapatkan informasi rute, titik halte dan jadwal keberangkatan Bus.

"Mengenai tarif, saat ini diberikan gratis hingga 31 Desember 2020 kepada masyarakat yang naik layanan transportasi Teman Bus," katanya.

Dipaparkan, adapun cara naik Teman Bus juga cukup mudah yaitu membuka aplikasi, tunggu di halte terdekat dari posisi penumpang yang tertera di aplikasi, siapkan kartu non tunai (Tap Cash BNI, flazz BCA, e-money MANDIRI, dan brizzi BRI), naik bus, lalu tempelkan kartu non tunai pada perangkat reader.

"Terkait jalur komunikasi pelanggan bisa melalui sosial media @teman_bus via Facebook, Instagram dan Twitter," katanya.



Baca juga: Kemenhub targetkan Teman Bus hadir di 10 kota pada 2021


Baca juga: 'Teman Bus' diharapkan dorong sektor transportasi dan ekonomi di Bali

Baca juga: Beli layanan, Kemenhub hadirkan Teman Bus di Solo