Jakarta (ANTARA) - Otoritas wilayah Wallonia, Belgia, mengatakan pada Jumat bahwa Formula 1 boleh menggelar Grand Prix Belgia di Sirkuit Spa-Francorchamps tanpa penonton kendati pandemi COVID-19 belum usai.

Musim balapan F1 terpaksa tertunda karena krisis kesehatan global sehingga 10 seri awal tak bisa digelar sesuai jadwal dan beberapa dibatalkan.

F1 berencana memulai musim yang tertunda itu dengan menggelar dua balapan di Austria awal Juli tanpa penonton.

Baca juga: Ross Brawn jelaskan kenapa Austria pas sebagai seri pembuka musim 2020

Pemerintah setempat Belgia melarang perhelatan ajang olah raga atau budaya hingga 30 Juni, namun klub olah raga diperbolehkan melanjutkan latihan dengan kehadiran pelatih dan dilakukan tak lebih dari 20 orang secara bersamaan mulai 18 Mei.

"Grand Prix Belgia bisa digelar tanpa penonton, juga hal-hal yang diperlukan sebelum latihan," demikian pernyataan resmi otoritas Wallonia seperti dikutip Reuters.

Sementara itu tindakan pencegahan dan kesehatan telah diterapkan di Sirkuit Spa-Francorchamps mengikuti arahan dari pemerintah setempat.

F1 belum mengeluarkan revisi kalender resmi mereka. Liberty Media, pemegang hak komersial F1, berkeinginan menggelar 15-18 balapan hingga Desember dan tak menutup kemungkinan sampai Januari.

Di kalender awal, Grand Prix Belgia sendiri dijadwalkan pada 30 Agustus.

Baca juga: Silverstone sepakat gelar dua grand prix F1 namun dengan syarat
Baca juga: Formula 1 tanpa penonton akan terasa hampa, kata Hamilton