Jakarta (ANTARA) - Desa Panggungharjo di Kabupaten Bantul Yogyakarta membuat laman jual beli daring bernama Pasardesa.id yang digunakan untuk masyarakat desa agar menjual hasil panen dan membeli kebutuhan pokok sehari-hari pada sesama warga.

"Saya sangat mengapresiasi gagasan pasardesa.id ini. Desa Panggungharjo ini memikirkan dulu bagaimana warga desanya aman dari berbagai hal terkait wabah COVID-19, aman dari dampak ketahanan pangan nantinya," kata Menteri Desa, Pembangungan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Abdul Halim Iskandar dalam keterangan pers yang diterima di Jakarta, Selasa.

Ia mengatakan Food Agriculture Organization (FAO) telah memberikan peringatan bahwa COVID-19 berpotensi memberikan dampak terhadap ketahanan pangan. Menurut Abdul Halim pemerintah saat ini juga tengah melakukan langkah-langkah cepat untuk mengatasi potensi dampak terkait ketahanan pangan yang akan terjadi ke depannya.

Pasardesa.id adalah laman jual beli secara daring yang dibuat khusus bagi warga desa agar belanja kebutuhan pangan dan kebutuhan sehari-hari dari para petani dan pedagang dari Desa Panggungharjo itu sendiri. Hal itu dilakukan agar perputaran ekonomi di Desa Panggungharjo terjaga stabil khususnya untuk para petani dan pedagang di desa.

Baca juga: Menteri Desa PDTT kembali tegaskan desa fiktif tidak ada

Baca juga: Kemnaker mendata 2,8 juta pekerja untuk bisa mendaftar Kartu Pra-Kerja


Selain itu, Pasardesa.id juga membuat program cashback 20 persen berupa paket sembako setiap pembelanjaan sebesar Rp250 ribu. Paket sembako tersebut akan dibagikan kepada warga desa yang membutuhkan sebagai bentuk bantuan sesama warga desa.

Hal itu dilakukan agar masyarakat desa dengan kemampuan daya beli yang cukup memiliki media untuk memberikan kelebihan ekonominya kepada warga desa lainnya yang kategori ekonomi kurang.

“Jadi di tengah daya beli masyarakat yang semakin tipis, kita harapkan dengan adanya Pasardesa.id kondisi ini tidak keluar. Sebisa mungkin kita putar kapasitas ekonomi masyarakat di desa, sehingga banyak masyarakat desa yang menerima nilai uang, yang daya belinya semakin menipis akibat COVID-19,” kata Kepala Desa Panggungharjo Wahyudi Anggoro Hadi.

Menteri Desa PDTT Abdul Halim Iskandar berharap inovasi Desa Panggungharjo ini dapat ditularkan kepada desa-desa lain yang memiliki karakter sama. Menurut dia jika sebanyak 74.953 desa di Indonesia bergerak cepat seperti halnya Desa Panggungharjo, ia meyakini bahwa dampak COVID-19 di Indonesia tidak akan separah negara lainnya.

“Untuk itulah makanya Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi sejak awal berpikir bagaimana memproteksi desa agar punya mekanisme ketahanan diri untuk mencegah dan menangani dalam situasi yang tidak bisa dicegah lagi, juga melakukan antisipasi dampak-dampak yang akan terjadi,” ujarnya.

Baca juga: UMSU digandeng Kemendes PDTT dalam pendampingan BUMDes