Ternate (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Maluku Utara menyalurkan bantuan berupa kebutuhan makanan bagi korban gempa bumi bermagnitudo 7.1 di Pulau Batang Dua, Kota Ternate yang masih bertahan di pengungsian.

"Kita sudah mendistribusikan bantuan kepada warga terdampak gempa bumi berupa tikar atau matras, terpal dan perlengkapan bayi," kata Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial, Dinsos Maluku Utara (Malut), Umar Abdul Kadir di Ternate, Rabu.

Menurut dia, kebutuhan para pengungsi mulai didatangkan dari Ternate, yang berasal dari sumbangan masyarakat dan pemerintah, tidak terkecuali pemprov.

Baca juga: Pascagempa 7,1 magnitudo, bantuan dibutuhkan warga Pulau Batang Dua
Baca juga: Pascagempa 7,1 magnitudo warga Maluku Utara diimbau tetap tenang


Melalui Dinas Sosial, Pemprov pada awal pekan kemarin sudah menyalurkan bantuan bekerja sama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Ternate.

Ia menuturkan, bantuan yang disalurkan berupa terpal 30 lembar, matras 59 buah, dan 24 paket perlengkapan bayi dan semoga ini dapat meringankan beban mereka.

Dia mengatakan, tim yang turun ke Batang Dua menemukan sebagian masyarakat masih trauma dan memilih mengungsi di tempat aman.

Umar menambahkan, Kementerian Sosial RI telah mengirimkan bantuan sosial siap siaga bencana untuk Provinsi Maluku Utara sebanyak tiga kontainer saat ini tengah menuju pelabuhan Ahmad Yani Ternate.

"Dari 7 November sudah didorong ke Maluku Utara bantuan Kementerian Sosial itu tinggal beberapa hari lagi sudah tiba di Ternate," katanya.

Baca juga: BMKG catat 74 aktivitas gempa susulan pascagempa M 7,1 di Malut
Baca juga: BMKG catat 28 gempa susulan pascagempa Magnitudo 7,1 di Malut


Secara terpisah, Gubernur Maluku Utara Abdul Gani Kasuba mengimbau agar masyarakat jangan terlalu panik sehingga tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan di luar gempa.

Menurut dia, Pemprov Malut terus memantau perkembangan pasca-gempa bermagnitudo 7.1 di wilayah Malut, terutama adanya kerusakan rumah warga dan fasilitas umum akibat gempa tersebut.

Oleh karena itu, Pemprov Malut telah menginstruksikan kepada instansi terkait turun ke lapangan melalui pengecekan pasca-gempa bermagnitudo 7,1.

Baca juga: BMKG catat 17 gempa susulan pascagempa Magnitudo 7,1 di Malut
Baca juga: BMKG catat sembilan kali gempa susulan