Penajam (ANTARA) - Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga atau Disdikpora Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, membutuhkan dana lebih kurang Rp14,4 miliar untuk menambah kekurangan ruang kelas baru (RKB) mulai dari tingkat SD hingga SMP.

Kepala Disdikpora Kabupaten Penajam Paser Utara, Marjani, saat dihubungi Sabtu, mengungkapkan, sampai saat ini masih kekurangan 55 ruang kelas, mulai dari jenjang sekolah dasar hingga sekolah menengah pertama.

"Masih dibutuhkan 55 ruang kelas untuk memenuhi kegiatan belajar mengajar di SD dan SMP di wilayah Penajam Paser Utara," ujarnya.

Kebutuhan RKB di Kabupaten Penajam Paser Utara tersebut sebanyak sembilan ruang kelas untuk Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan 46 untuk Sekolah Dasar (SD).

Total anggaran yang dibutuhkan untuk membangun ruang kelas baru tersebut lebih kurang Rp14,4 miliar.

Namun, dikarenakan kondisi keuangan Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara yang sedang turun, maka kebutuhan tersebut tidak dapat terpenuhi pada 2019.

Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara hanya mengalokasikan Rp1,3 miliar untuk pembangunan RKB pada Anggaran Pendapatan Belanja Daerah atau APBD 2019.

"Anggaran Rp1,3 miliar yang dialokasikan pada tahun ini (2019) hanya mencukupi untuk membangun lima unit ruang kelas baru," ucap Marjani.

Kebutuhan ruang kelas, lanjut ia, harus terpenuhi sehingga tercapai standar pelayanan minimum bagi anak-anak di Kabupaten Penajam Paser Utara.

Ruang kelas untuk kegiatan belajar mengajar tersebut menjadi syarat minimal bagi sekolah untuk bisa menyandang status akreditasi.

Dengan kekurangan ruang kelas, masih ada sekolah yang membuka kelas paralel, di mana proses belajar mengajar dibagi dua, sebagian murid masuk pagi dan sebagian lagi masuk siang.*


Baca juga: Kemdikbud bantu renovasi ruang kelas SMP 1 Biak

Baca juga: Lazismu bantu ruang kelas MTs Muhammadiyah Curup

Pewarta: Novi Abdi
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
Copyright © ANTARA 2019