Cianjur (ANTARA News) - Puluhan warung semi permanen di Pantai Jayanti, Kecamatan Cidaun, Cianjur, Jawa Barat, rusak berat akibat dihantam gelombang laut yang tingginya mencapai hingga meter.

"Selama dua hari terakhir gelombang mencapai sembilan meter, sehingga hempasannya menghantam puluhan warung dan rumah warga di pinggir pantai hingga rusak berat," kata Rahmat warga Kecamatan Cidaun saat dihubungi dari Kota Cianjur, Kamis.

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, tetapi puluhan pedagang dan warga setempat mengungsi ke tempat yang aman dari hantaman gelombang yang sejak satu pekan terakhir meningkat.

Dia menuturkan, hingga saat ini warga mengungsi ke tempat yang dinilai aman. Beberapa orang di antaranya menumpang di rumah sanak saudara.

"Sekitar lima kepala keluarga terpaksa menumpang karena warung yang merangkap tempat tinggal rusak dihantam gelomban. Namun, hari ini, ketinggian gelombang sudah berkurang sekitar empat meter," katanya.

Dia menambahkan, akibat gelombang tinggi lima perahu nelayan rusak berat. Sebagian besar nelayan telah mendaratkan perahu agar aman dari terjangan gelombang.

Sementara hal yang sama menimpa pemilik warung di Pantai Sereg, Apra dan Pantai Lugina di Kecamatan Agrabinta. Total warung yang rusak berat sebanyak 8 warung, dua diantaranya di Pantai Lugina.

Sebelumnya BPBD Cianjur mengimbau warga yang tinggal di pantai selatan Cianjur untuk sementara tidak beraktivitas. Wisatawan dan warga juga dilarang mendekati bibir pantai.

Pewarta: Ahmad Fikri
Editor: Ruslan Burhani
Copyright © ANTARA 2018