Palu (ANTARA News) - Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sulawesi Tengah Bartholomeus Tandigala mengatakan belum menerima laporan dampak dari gempa bumi 5,1 SR yang menggucang sejumlah wilayah di daerah itu, Sabtu petang.

"Hingga kini kami belum mendapat informasi soal dampak yang ditimbulkan menyusul gempa bumi yang berpusat sekitar 5 kilometer arah timur, Desa Pakuli, Kabupaten Sigi," katanya di Palu, Sabtu.

Bartholomeus membenarkan merasakan gempa cukup keras di Palu banyak warga yang berhamburan keluar rumah saat terjadi gempa pada sekitar pukul 17.45 Wita tersebut.

Ia juga mengatakan pada sekitar pukul 19.15 Wita terjadi aktivitas gempa susulan, tetapi guncangannya tidak lagi sekeras yang pertama.

Gempa susulan cukup lemah, tetapi ada juga warga yang berlarian keluar.

Pihaknya, kata Bartholomeus tetap memantau perkembangan gempa bumi, terutama kalau ada dampaknya terhadap bangunan dan fasilitas lain yang rusak.

BPBD Provinsi Sulteng maupun BPBD Kabupaten Sigi tetap siaga dan langsung menurunkan tim reakasi cepat menuju lokasi jika gempa bumi berdampak terhadap kerusakan bangunan dan sarana maupun prasana infrastruktur.

Hampir seluruh wilayah di Provinsi Sulteng rawan gempa bumi.

Karena itu, masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan jika terjadi gempa lebih baik tidak tinggal dalam rumah.

"Begitu gempa lebih baik langsung keluar rumah agar terhindari dari hal-hal tak diinginkan terjadi," kata Bartholomeus.

Sementara Kepala Geofisika Palu, Petrus Demon Silli secara terpisah mengatakan gempa bumi yang baru saja terjadi pada pukul 19.15 Wita yang dirasaakan di Palu masih sama kekuatannya dengan gempa bumi pertama berpusat di Desa Pakuli, Kabupaten Sigi.

Gempa yang baru saja terjadi bukanlah gempa susulan, tetapi gempa baru dengan kekuatan sama 5,1 SR.

Kalau gempa pertama yang terjadi pada sekitar pukul 17.45 WITA berpusat di darat arah timur Desa Pakuli, tetapi gempa kali ini arahnya bergeser arah selatan Pakuli.

Gempa ini masih merupakan jalur sesar Palukoro.

(T.BK03/A055)

Pewarta: Anas Masa
Editor: Ruslan Burhani
Copyright © ANTARA 2017