Lebak (ANTARA News) - Sebanyak 340 jembatan gantung di Kabupaten Lebak, Provinsi Banten tidak layak dilintasi masyarakat karena kondisinya rusak akibat dimakan usia.

"Kami tahun ke tahun terus merealisasikan pembangunan jembatan gantung itu melalui APBN Pusat dan APBD setempat juga kepedulian perusahaan swasta," kata Bupati Lebak Iti Octavia saat peresmian jembatan Desa Sukajaya Kecamatan Sajira, Lebak, Selasa.

Saat ini, jumlah jembatan tercatat 1.088 unit, 248 unit kondisi baik dan 340 unit tidak layak dilintasi akibat kerusakan.

Bahkan, peristiwa memilukan terjadi tahun 2015 puluhan anak-anak SD terjatuh di atas jembatan gantung.

Namun, beruntung anak SD itu tidak menimbulkan korban jiwa dan hanya patah kaki saja ke Sungai Ciberang.

Karena itu, pengalaman memilukan itu jangan sampai terulang lagi melalui pembangunan.

Kerusakan jembatan gantung itu karena dimakan usia juga terkena bencana alam sehingga perlu dilakukan pembangunan. Saat ini, kondisi jembatan yang mengalami kerusakan secara bertahap dilaksanakan pembangunan.

Pemerintah daerah memberikan apresiasi terhadap PT Chandra Asih Petrochemical yang membangun jembatan gantung Desa Sukajaya Kecamatan Sajira.

Jembatan gantung tersebut dilintasi ribuan masyarakat setempat.

"Kami berharap perusahaan-perusahaan lainnya juga bisa membantu untuk membangun jembatan gantung itu," katanya menjelaskan.

Menurut Bupati, saat ini Kabupaten Lebak terbanyak jumlah jembatan gantung di Provinsi Banten.

Sebab, Lebak memiliki tiga sistem sungai strategis nasional, seperti Sungai Ciliman-Cibungur, Sungai Cibaliung-Cisawarna dan Sungai Ciujung-Cidurian.

Jembatan gantung itu hampir semua terdapat di 28 kecamatan yang menghubungkan antarkampung maupun antardesa.

Selain itu juga lokasi Lebak secara geografis terdapat daerah aliran sungai dengan kapasitas sungai utama dan anak sungai di wilayah ini.

"Kami terus mengusulkan dana pembangunan jembatan gantung kepada pemerintah pusat juga pemerintah Provinsi Banten," kata dia.

VP Coorporate PT Chandra asih Petrochemical Suhatmyarso mengatakan bahwa pembangunan jembatan itu sangat penting sebagai media transportasi yang cepat dan aman sehingga masyarakat dapat melakukan berbagai kegiatan dengan baik dan lancar.

Selain itu juga anak-anak pergi ke sekolah lebih aman ketika melintasi jembatan.

"Pembangunan jembatan itu diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat," ungkapnya.

Jembatan gantung yang menghubungkan antarkampung itu dibiayai pembangunannya dari Coorporate Sosial Responcibility (CSR) dari perusahaan PT Chandra Asih Petrochemcial.

Perusahaan yang bergerak di bidang petrokimia terbesar di Indonesia.

Dalam proses pembangunannya, pihaknya melibatkan relawan warga dengan bergotong royong mewujudkan jembatan gantung itu.

"Kami berharap pembangunan jembatan gantung itu dirawat oleh masyarakat," katanya.

Pewarta: Mansyur
Editor: Kunto Wibisono
Copyright © ANTARA 2017