Montreal (ANTARA News) - Forward Minnesota Zach LaVine mencetak 30 angka dan melakukan tujuh rebound untuk memimpin tim AS menang 157-154 atas tim Dunia pada Jumat waktu setempat, pada ajang NBAS Rising Stars Challenge di Toronto.

LaVine menjadi Pemain Terbaik pada pertandingan yang menampilkan banyak pemain rookie papan atas NBA dan pemain-pemain tahun kedua, yang menjadi awal dimulainya kesibukan akhir pekan All-Star.

Pertandingan All-Star Minggu akan menjadi penutup pesta di Air Canada Centre, namun sebelumnya LaVine akan berupaya mempertahankan gelar yang ia menangi tahun lalu pada kontes Slam Dunk pada Sabtu.

Ia menatap ajang itu -- tempat ia berharap dapat bergabung dengan Michael Jordan (1987-1988), Jason Richardson (2002-2003), dan Nate Robinson (2009-2010) sebagai para pemenang yang mampu memenangi penghargaan itu pada dua kesempatan berturut-turut -- dengan memimpin bintang-bintang muda kelahiran AS mengalahkan tim Dunia yang diperkuat rekan setimnya di Timberwolves Andrew Wiggins dari Kanada, rookie Knicks asal Latvia Kristaps Porzingis, dan guard Denver Nuggets asal Kongo Emmanuel Mudiay.

Porzingis dan Mudiay mencetak 30 angka pada permainan yang dimainkan selama 20 menit pada tiap babaknya.

Wiggins, Rookie Terbaik musim lalu, menambah 29 angka untuk tim Dunia -- untuk menghibur publik Kanada.

Ini merupakan tahun kedua secara beruntun pertandingan dimainkan dengan format antara tim AS melawan tim Dunia, dan bukannya pertandingan antara para pemain tahun pertama melawan pemain-pemain tahun kedua.

Talenta dan atletisisme para pemain muda di liga terlihat jelas dengan banyaknya dunk, namun tidak banyak penampilan bagus di pertahanan yang dapat disaksikan.

LaVine mengakui bahwa ia ingin merebut perhatian dari rekan setimnya di Timberwolves Wiggins, di depan publik Kanada yang menjadi penggemarnya.

Namun ia telah tidak sabar untuk mempertahankan gelar Dunk-nya.

"Saya sangat bersemangat untuk besok," kata LaVine. "Saya akan berusaha menampilkan pertunjukan terbaik," katanya seperti dikutip kantor berita AFP.

Wiggins, yang menjadi Pemain Terbaik setelah memimpin tim Dunia meraih kemenangan pada format Rising Stars di New York tahun lalu, mengatakan ia tidak memikirkan mengenai penghargaan yang didapatkan rekannya itu kali ini.

Ia cukup senang bisa tampil di Toronto.

"Ini terasa hebat," kata Wiggins. "Saya bermain di depan banyak orang yang sudah lama tidak saya temui. Keluarga dan teman-teman saya menyaksikannya. Rasanya hebat kembali pulang dan bermain untuk kampung halaman saya."

(Uu.H-RF)

Editor: Fitri Supratiwi
Copyright © ANTARA 2016