Medan (ANTARA News) - Bintang Jaya akhirnya meraih poin sempurna tiga angka setelah mengalahkan tuan rumah Pro Duta dalam lanjutan Kompetisi Divisi Utama Liga Indonesia Grup I di Stadion Teladan Medan, Sumatera Utara, Selasa.

Gol-gol Bintang Jaya masing-masing diciptakan Sylla Daouda pada menit ke-56, Moussa Keita pada menit ke-62, dan M. Irfan pada menit ke-85.

Usai pertandingan, CEO Pro Duta Wahyu Wahab mengatakan bahwa kekalahan pertama yang dialami tim berjuluk Kuda Pegasus ini karena terlena dalam posisinya yang belum pernah terkalahkan selama kompetisi.

Ia menilai pemain-pemain Pro Duta tidak siap meladeni permainan Bintang Jaya yang memang bermain all out demi meraih kemenangan. Ditambah lagi, timnya tidak dapat bermain secara maksimal karena beberapa pemain inti tidak dapat diturunkan.

Hal lainnya, lanjut Wahyu, tim pelatih tidak mempersiapkan pemain lapis kedua, dan hanya fokus pada pemain inti. Akibatnya, permainan pemain lapis kurang menyatu dengan pemain inti.

"Ini permainan terburuk Pro Duta. Pertandingan tim hari ini hancur lebur," katanya.

Kapten tim Pro Duta Muhammad Rifqi pun mengaku demikian. Kemenangan yang diraih dari PSPS Riau beberapa hari sebelumnya membuat tim terlena saat menghadapi Bintang Jaya hari ini.

Apalagi, tim tamu baru menelan kekalahan 1-0 dari PSMS, menjadikan mereka tampil percaya diri. Namun, sayang kepercayaan diri yang tinggi menghancurkan Pro Duta.

"Kondisi pemain siap, tetapi saya akui tim di bawah perform dan juga terlena dengan kemenangan sebelumnya," katanya.

Sementara itu, Pelatih Bintang Jaya Abdul Rahman Gurning mengatakan bahwa kemenangan telak yang diraih pada hari ini menjadi penutup tur timnya di Medan.

Pro Duta yang terbeban mental, kata dia, menjadikan kesempatan bagi anak asuhnya untuk bermain lepas, terlebih lagi strategi yang disusunnya cukup berhasil diterapkan oleh anak-anak asuhnya.

"Hasil tiga poin ini memuaskan saya dan sesuai dengan harapan. Ini jadi motivasi pemain untuk pertandingan selanjutnya," katanya.
(KR-JRD/D007)

Pewarta: Juraidi
Editor: Ruslan Burhani
Copyright © ANTARA 2014