Tahun 2023 menjadi 339 desa/kelurahan yang terkoneksi internet di Cianjur, sedangkan sisanya 21 desa/kelurahan yang belum terkoneksi
Cianjur (ANTARA) - Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, mencatat 94 persen desa di Cianjur sudah terkoneksi jaringan internet, hanya puluhan desa yang belum tersambung internet.

Sekretaris Diskominfo Cianjur Gagan Rusganda di Cianjur, Rabu, mengatakan dari total 360 desa/kelurahan di Cianjur, 288 desa/kelurahan sudah terkoneksi internet pada tahun 2022 dan jumlahnya terus bertambah pada tahun 2023.

"Tahun 2023 menjadi 339 desa/kelurahan yang terkoneksi internet di Cianjur, sedangkan sisanya 21 desa/kelurahan yang belum terkoneksi, sedang diupayakan agar terkoneksi hingga akhir tahun 2024," katanya.

Dia menjelaskan puluhan desa/kelurahan yang belum terkoneksi karena letak geografis-nya yang sulit dijangkau serta dikelilingi perbukitan dan akses jalan yang rusak berat, sehingga pemasangan alat serta penunjang sinyal internet belum dapat dilakukan.

Pihaknya berharap dengan dukungan Pemkab Cianjur serta dinas dan OPD terkait, seluruh wilayah di Cianjur dapat terus maju dan meningkat secara pesat dalam beberapa aspek terutama dalam digitalisasi.

Baca juga: Cianjur jadi percontohan dalam pemasangan alat perekam pajak

Baca juga: Pemkab Cianjur kembali targetkan pemberdayaan 3.000 UMKM baru


"Ini merupakan program Bupati Cianjur Herman Suherman "Cianjur Caang", dimana digitalisasi dapat digunakan masyarakat dalam meningkatkan berbagai sektor Indeks Pembangunan Manusia (IPM) mulai dari perekonomian, kesehatan dan pendidikan," katanya.

Dia menjelaskan, dengan tersambung-nya internet hingga ke pelosok Cianjur, dapat memudahkan warga mendapatkan berbagai informasi termasuk dalam memasarkan hasil tani dan produk UMKM yang banyak dihasilkan dari wilayah selatan dan pelosok utara.

Selama ini, tutur dia, sejumlah kendala pemasangan alat dan penunjang jaringan internet sudah dapat disiasati dengan menempel ke sejumlah antena pemancar di wilayah selatan dan pelosok utara, sehingga koneksi internet dapat dinikmati warga layaknya di perkotaan.

"Kami akan terus menambah jaringan agar warga di pelosok yang sulit dijangkau tetap memiliki akses internet stabil, sehingga selain melek teknologi, warga dapat memanfaatkan internet untuk meningkatkan pengetahuan, pendidikan dan perekonomian," katanya.

Baca juga: Perumdam Cianjur ajukan pembuatan danau di bekas galian C

Baca juga: Kementerian ATR/BPN lakukan reforma agraria tanah konflik di Cianjur

Pewarta: Ahmad Fikri
Editor: Agus Salim
Copyright © ANTARA 2024