Sebab, ibu lah yang telah memperjuangkan kehidupan anak, mulai dari dalam kandungan, dan seterusnya setelah lahir ke dunia
Klungkung, Bali (ANTARA) - Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini dalam peringatan Hari Ibu 2022 mengharapkan agar tidak ada lagi anak yang menelantarkan orang tuanya, terutama ibu.

"Sebab, ibu lah yang telah memperjuangkan kehidupan anak, mulai dari dalam kandungan, dan seterusnya setelah lahir ke dunia," katanya .di Kabupaten Klungkung, Provinsi Bali, Kamis.

“Pelajaran ini saya harap diajarkan kepada seluruh kaum ibu di Indonesia supaya tidak ada lagi, anak menelantarkan orang tuanya. Tidak ada lagi anak menyerahkan pengasuhan orang tua  ke lembaga-lembaga. Kami berharap seperti itu,” tambahnya.

Mensos mengatakan seorang ibu telah diberikan kekuatan luar biasa oleh Tuhan, sehingga bisa merawat anaknya hingga menuju kesuksesan.

Tidak hanya merawat anak, katanya, sebagian kaum ibu juga bekerja di luar rumah.

Namun Mensos mengingatkan agar para ibu tidak lupa akan kewajibannya sebagai seorang perempuan.

Tema perayaan Hari Ibu adalah perempuan berdaya. Menurut dia perempuan berdaya bukan sekadar menjadi pegawai atau karyawan.

“Berdaya menurut saya adalah bagaimana membimbing anak-anak kita supaya kehidupannya terarah. Anak-anak kita bisa rasakan kasih sayang orang tuanya. Itu memang berat,” katanya.

Ia menyatakan meski berat, bukan berarti hal itu tidak bisa dilakukan. Hal itu dia refleksikan saat anaknya masih kecil, dia harus memasak dari pukul 03.00 agar anaknya bisa makan saat dia juga harus bekerja.

“Itu memang berat, tapi bukan tidak bisa. Sebetulnya Tuhan itu memberikan kekuatan kepada kaum perempuan, kaum ibu,” demikian Tri Rismaharini.

Baca juga: Wapres: ibu adalah kunci peradaban bangsa

Baca juga: Kongres Muslimah Indonesia identifikasi isu perempuan pascapandemi

Baca juga: Menteri PPPA: Momentum Hari Ibu harus jadi inspirasi bagi perempuan

Baca juga: Rektor UIN Palu: Perempuan berperan penting cerdaskan kehidupan bangsa


 

Pewarta: Devi Nindy Sari Ramadhan
Editor: Andi Jauhary
Copyright © ANTARA 2022