AsiaNet 98781

Liaocheng, China, 8 November 2022 (ANTARA/Xinhua-AsiaNet) - Ukiran kayu adalah bagian penting dari seni ukir tradisional China. Kabupaten Yanggu, Kota Liaocheng, Provinsi Shandong adalah kota kuno milenial, di mana budaya Sungai Kuning, budaya kanal, budaya Water Margin, dan budaya Dongyi berpadu, menyediakan tanah budaya untuk seni rakyat dan kerajinan tradisional, serta deposit berbagai seni rakyat tradisional, di antaranya ukiran kayu Yanggu memiliki sejarah lebih dari 200 tahun. Karya ukiran kayu lokal sebagian besar berasal dari kisah Water Margin dan adat istiadat masyarakat setempat, dengan proses produksi yang sangat kompleks mulai dari desain, pemilihan bahan, pemotongan, pengerjaan kayu, hingga ukiran, perakitan, pemolesan dan waxing. Kayu kamper, nanmu, cendana dan kayu berharga lainnya sering digunakan sebagai bahan baku. Pada tahun 2013, ukiran kayu Yanggu terpilih sebagai warisan budaya takbenda Provinsi Shandong, menurut Kantor Penerangan Pemerintah Rakyat Distrik YangGu.

Patung Bambu Dewa Panjang Umur

Karya ukiran kayu: Konfusius, Semua Pria Bersaudara

Ukiran kayu Yanggu masih mempertahankan tradisi kerajinan tangan

Wang Chuancheng, 68 tahun, adalah pewaris perwakilan ukiran kayu Yanggu di Provinsi Shandong. Di ruang pamerannya, karya ukiran kayu mewujudkan teknik pemotongan yang halus dan sederhana, karakter yang hidup, dan bentuk alami yang hidup. Karya-karya perwakilannya termasuk Konfusius, Pendiri Pemikiran Harmoni Hebat, Layar Sembilan Phoenix, Layar dengan Pegunungan, Perairan, dan Orang Suci, dll.

 Sumber: Kantor Penerangan Pemerintah Rakyat Distrik YangGu

 Tautan Lampiran Gambar:




Pewarta: PR Wire
Editor: PR Wire
Copyright © ANTARA 2022