Jakarta (ANTARA) - Pameran Seni Tirtha Agra Rupa yang digelar Yayasan Puri Kauhan Ubud ditujukan untuk meneruskan dan menyemai spirit keadiluhungan estetika pita maha yang dirintis pada tahun 1930-an dalam visualisasi terkini.

"Pewarisan spirit pita maha ikut memeriahkan Perayaan HUT Ke-77 RI dengan menggelar pameran seni," kata Ketua Yayasan Puri Kauhan Ubud Ari Dwipayana melalui keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Kamis.

Pameran seni tersebut digelar di Arma Museum Ubud Gianyar dan dibuka Y.M. Bhikku Sri Pannavaro Mahathera dan Staf Khusus Presiden Bidang Kebudayaan Sukardi Rinakit.

Baca juga: Ari Dwipayana: Upacara HUT Ke-77 RI di Campuhan Ubud simbol persatuan

Ari Dwipayana mengatakan pameran karya seni lukis dan patung merupakan ikhtiar Yayasan Puri Kauhan Ubud untuk meneruskan dan menyemai spirit keadiluhungan estetika pita maha.

Seluruh pelukis dan pematung yang terlibat dalam pameran merupakan seniman yang tumbuh di desa-desa sepanjang aliran Sungai Oos dari Tegalalang, Payangan, Ubud, Panestanan, Mas hingga Batuan.

"Pameran ini menampilkan 41 karya pelukis dan pematung yang secara khusus menerjemahkan tema tirtha agra rupa air suci yang terepresentasi dalam stilistika visual yang genial dan autentik," kata Ari Dwipayana yang juga Koordinator Staf Khusus Presiden RI.

Baca juga: Upacara Kemerdekaan diadakan di titik temu dua Sungai Oss Ubud
Baca juga: Ari Dwipayana bersama TNI-Polri bersih-bersih campuhan dan beji


Sementara itu, Y.M Bhikku Sri Pannavaro Mahathera menyampaikan apresiasi atas penyelenggaraan pameran seni yang memberi ruang bagi masyarakat untuk belajar tentang alam, air, dan peran pentingnya dalam kehidupan.

Ia memandang pendekatan seni sebagai cara yang tepat untuk menyampaikan pesan penting kepada masyarakat tanpa menggurui.

"Satu lukisan dapat menyampaikan berjuta makna, dan melalui karya seni, kita bisa belajar banyak hal tanpa menggurui," kata dia.

Pameran Tirtha Agra Rupa ini dirangkai dengan diskusi "arts talk" yang melibatkan unsur seniman, akademisi, pemerhati, dan pengamat seni. Acara tersebut berturut-turut diselenggarakan pada 18, 21, dan 27 Agustus 2022. Selain itu, diselenggarakan lomba seni lukis tingkat sekolah dasar bertema ekologis.

Pewarta: Muhammad Zulfikar
Editor: Herry Soebanto
Copyright © ANTARA 2022