Jakarta (ANTARA News) - Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) saat ini masih mengejar kapal kargo yang digunakan sindikat narkoba internasional Iran dan Belanda untuk membawa narkoba jenis sabu-sabu kristal di sekitar kawasan perairan Ujung Genteng, Sukabumi, Jawa Barat.

"Kita sudah menghubungi pihak Australian Federal Police (AFP) untuk membantu kita mengejar kapal kargo tersebut karena di dalam kapal banyak membawa senjata," kata Kepala Divisi Hubungan Masyarakat (Kadiv Humas) Polri, Irjen Pol Saud Usman Nasution, di Jakarta, Sabtu.

Saud mengatakan, kapal kargo yang sempat terpantau berada di kawasan Ujung Genteng pada Jumat (20/1) dinihari tersebut diperkirakan melaju ke arah Australia, karena saat dilakukan pengejaran dengan helikopter, kapal menambah kecepatannya dan memasuki kawasan perairan internasional.

Kapal kargo yang dikejar pada hari Jumat tersebut sempat membawa satu warga negara Iran dan tiga warga negara Somalia dengan barang bukti sekitar 70 kilogram sabu-sabu, dan menurunkan keempatnya dengan sekoci menuju pelabuhan tradisional Ujung Genteng, ujarnya.

"Tiga warga negara Iran tewas karena melakukan perlawanan dan mengeluarkan tembakan dengan senjata api genggam saat akan ditangkap, dan satu orang yang berhasil ditangkap setelah berhasil dilumpuhkan dengan tembakan oleh petugas yang mengenai bagian paha," kata Saud.

Saud mengatakan, polisi masih melakukan pengembangan kepada tujuh tersangka yang berhasil ditangkap semuanya adalah warga negara Iran apakah terkait juga dengan perdagangan senjata.

"Kita masih melakukan pengembangan untuk mengetahui apakah ini bagian dari perdagangan senjata api ilegal juga, yang jelas berdasarkan keterangan dari para tersangka ini ada senjata api dan pada saat kita tangkap pun mereka ada senjata apinya," kata Saud.

Ia mengatakan bahwa kronologis penangkapan pertama pada tanggal 16 Januari 2012, yakni lima warga negara Iran yang berperan sebagai kurir ditangkap di kawasan pelabuhan tradisional Ujung Genteng.

Sementara itu, satu warga Iran yang selamat karena sekocinya diterjang gelombang ditangkap, sedangkan dua orang lainnya tewas tenggelam.
(T.S035/E011)

Editor: Priyambodo RH
Copyright © ANTARA 2012