Gaza (ANTARA News) - Para anggota gerakan Hamas Palestina dan Jihad Islam telah bergabung dalam Organisasi Pembebasan Palestina (PLO), satu-satunya wakil sah rakyat Palestina di arena internasional, kata Kantor Berita Ma`an seperti dikutip Ria Novosti.

Didirikan pada tahun 1964, PLO memiliki status pengamat PBB dan terdiri dari sepuluh anggota gerakan dengan Fatah menjadi kekuatan politik utama.

Sepanjang 24-tahun sejarahnya, Hamas telah menolak untuk bergabung atau mengakui organisasi itu dan status internasionalnya.

Para pemimpin kelompok politik Palestina, termasuk Hamas dan Fatah, sepakat pada Kamis untuk mengambil bagian dalam "mengaktifkan dan merekonstruksi" PLO.

"Kami sekarang dalam tahap dialog nasional," kata pemimpin Jihad Islam Khaled Al-Batsh Ma`an.

"Kami dalam kerangka kepemimpinan sementara, yang akan menangani restrukturisasi PLO, dan kami berharap akan berhasil."

Prakarsa Nasional Palestina (PNI), satu gerakan politik membela demokrasi sosial dan sekularisme serta mengaku dirinya sebagai satu "kekuatan ketiga demokrasi" lawan Fatah dan Hamas juga bergabung dengan PLO.

Kepala PNI Mustafa Barghouthi menyebutnya hal itu merupakan "hari bersejarah dalam kehidupan rakyat Palestina dengan pengembangan kepemimpinan nasional bersatu pada saat Hamas, Jihad Islam dan PNI bergabung dalam kerangka kepemimpinan PLO."

Israel mengecam langkah itu sebagai satu lagi kendala dalam proses perdamaian.

Mark Regev, juru bicara perdana menteri Israel, mengatakan bahwa jika pemimpin Palestina Mahmud Abbas "mencakup Hamas, jika dia berjalan menuju Hamas, berrarti dia berjalan menjauh dari perdamaian."

Keterpecahan bangsa Palestina menjadi kepentingan Israel, yang menduduki wilayah Palestina sejak perang 1967, dan tidak mendapat dukungan internasional.
(H-AK)

Editor: Aditia Maruli Radja
Copyright © ANTARA 2011