Jakarta (ANTARA) - Duta Besar RI untuk Maladewa Dewi Gustina Tobing dalam pertemuan bilareral dengan Presiden Maladewa Ibrahim Mohamed Solih menyampaikan perlunya kedua negara mendorong peningkatan hubungan perdagangan.

Dubes Dewi pada kesempatan itu menyerahkan surat kepercayaan dari Presiden Joko Widodo kepada Presiden Maladewa di Istana Presiden di Male pada Selasa (17/5), menurut keterangan KBRI Colombo yang diterima di Jakarta, Kamis.

Dubes Dewi menyebutkan bahwa volume perdagangan Indonesia-Maladewa pada 2021 mencapai 40,8 juta dolar AS, dengan surplus bagi Indonesia sebesar 39,5 juta dolar AS.


Baca juga: Jelang Lebaran, KBRI Colombo pulangkan 211 WNI ke Tanah Air

"Namun nilai ini masih jauh dari potensi yang dimiliki mengingat Maladewa mengimpor hampir 90 persen kebutuhan dalam negerinya dengan total impor pada 2021 sekitar 2,5 miliar dolar AS," katanya.

Menurut dia, potensi itu dapat dimanfaatkan oleh pengusaha Indonesia untuk segera masuk ke pasar Maladewa, termasuk untuk memasok produk halal bagi penduduk Maladewa yang berjumlah 500 ribu orang.

Selain itu, kata dia, pengusaha Indonesia juga dapat menyuplai produk-produk yang dibutuhkan resort-resort guna melayani kebutuhan turis asing yang berkunjung ke Meladewa, yang mencapai hingga 1,5 juta per tahun.

"Maladewa juga terbuka bagi produk-produk non-makanan, seperti produk untuk mendukung infrastruktur, kebutuhan resort-resort serta kebutuhan masyarakat Maladewa pada umumnya," ujar Dubes Dewi.

Pada kesempatan itu, Dubes Dewi pun meminta dukungan Pemerintah Maladewa dalam upaya memberikan pelindungan bagi keberadaan sekitar 2.500 pekerja migran Indonesia yang pada umumnya bekerja di sektor pariwisata dan sektor ekonomi lainnya.

Baca juga: Repatriasi gelombang kedua, KBRI Colombo fasilitasi pemulangan 347 WNI

Dubes Dewi juga berharap Pemerintah Maladewa dapat memberi kesempatan kerja yang lebih besar kepada tenaga kerja Indonesia mengingat kebutuhan Maladewa yang cukup besar.

Dia selanjutnya sepakat tentang pentingnya kerja sama pariwisata kedua negara mengingat Maladewa terkenal dengan pariwisatanya, dan Indonesia juga memiliki potensi sangat besar di sektor pariwisata.

Mengakhiri pembicaraan, Presiden Ibrahim dan Dubes Dewi menyampaikan optimisme bahwa hubungan kedua negara akan terus tumbuh dan berkembang ke arah yang konstruktif dan saling menguntungkan.

Maladewa merupakan negara kepulauan yang berada di Samudera Hindia dengan jumlah penduduk sekitar 500 ribu dan 100 persen beragama Islam.

Kepulauan Maladewa atau lebih dikenal dengan Maldives ini secara geografis termasuk negara yang berada di Asia Selatan. Indonesia membuka hubungan diplomatik dengan Maladewa pada 2 September 1974.


Baca juga: Maladewa minta Indonesia beri warganya peluang pendidikan tinggi

Baca juga: Lolos dari ledakan, mantan presiden Maladewa: Saya baik-baik saja

Pewarta: Yuni Arisandy Sinaga
Editor: Fardah Assegaf
Copyright © ANTARA 2022