Sydney (ANTARA News) - Perdana Menteri Kepulauan Solomon Danny Philip pada Jumat mengundurkan diri setelah para anggota parlemen meninggalkan pemerintahnya, yang membawa negara pulau Pasifik itu dilanda konflik politik.

Philip mengundurkan diri segera setelah satu mosi tidak percaya terhadapnya diperdebatkan di majelis nasional, kata kantor perdana menteri itu.

"Ia mengajukan pengunduran dirinya sebagai perdana menteri," kata juru bicara pemerintah Allan Siau kepada AFP melalui telepon dari Honiara. "Ia mengumumkan itu di gedung parlemen."

Siau mengatakan belum diketahui siapa yang akan menjadi pemimpin sementara sampai perdana menteri baru dipilih untuk memimpin negara yang berpenduduk 550.000 jiwa.

Solomon dilanda aksi kekerasan etnik dan politik pada masa lalu, dengan aksi pembakaran dan kerusuhan di beberapa bagian Honiara, ibu kota Kepulauan Solomon, setelah pemilu tahun 2006.

Philip memecat dua anggota kabinet pekan ini dan tiga lainnya mengudurkan diri, sementara tujuh lagi anggota parlemen dilaporan menarik dukungan mereka pada pemerintah setelah pemimpin itu dituduh menyelewengkan dana-dana luar negeri untuk pembangunan.

Perkembangan-perkembangan itu menyebabkan Philip, yang bulan lalu menghadiri pertemuan Kepala Pemerintah Persemakmuran yang dibuka Ratu Elizabeth dari Inggris, kini tanpa memiliki suara mayoritas di parlemen.

Dia adalah pemimpin kedua Pasifik yang mengundurkan diri dalam beberapa hari setelah Presiden Nauru Marcus Stephen mengundurkan diri Kamis di tengah-tengah tuduhan korupsi.

Philip, yang dipiluh Agustus 2010, adalah perdana menteri ke-14 Kepulauan Solomon sejak merdeka dari Inggris tahun 1978.

Dia adalah seorang politikus kawakaan yang pernah menjadi menlu negaranya dari tahun 1995 sampai 1996 dan kembali dipilih Juli 2000 sampai Juni 2001.
(H-RN/M016)

Editor: Desy Saputra
Copyright © ANTARA 2011