Jakarta (ANTARA) - Riset dari SIRCLO Group pada kuartal pertama 2022 menunjukkan bahwa dukungan untuk pelaku UMKM wanita (womenpreneur) bukan hanya dari segi finansial, namun juga dari segi non-finansial seperti pelatihan.

Baca juga: Sirclo bantu ribuan pedagang ITC berjualan online

"Masih dibutuhkan peran aktif berbagai pihak agar womenpreneur bisa mengembangkan usahanya secara konsisten dan ekspansif," kata SIRCLO Group Brian Marshal, dikutip melalui keterangan pers, Jumat.

Untuk bisa mengembangkan bisnisnya ke tingkat yang lebih tinggi, womenpreneur di Indonesia membutuhkan dukungan dari berbagai pihak.

Secara finansial, beberapa hal utama yang paling dibutuhkan responden adalah dukungan pemerintah dalam hal permodalan dan kemudahan akses pinjaman/modal, baik pada institusi formal seperti perbankan maupun institusi informal seperti P2P lending.

Sementara itu, dukungan non-materiil yang paling banyak diminta oleh womenpreneur adalah pelatihan digital marketing, program pemerintah untuk UMKM, dan pelatihan pemanfaatan media sosial.

Riset juga menunjukkan sejumlah fakta menarik terkait pengusaha wanita di Indonesia. Mayoritas womenpreneur (65 persen) adalah reseller yang usia bisnisnya berkisar antara 1-2 tahun.

Lebih lanjut, mayoritas womenpreneur menjalankan tipe usaha mikro, dimana sebanyak 56 persen menjalankan usahanya sendiri tanpa karyawan, 26 persen memiliki 1-2 karyawan, dan 10 persen memiliki 3-5 karyawan.

Lalu, sebagian besar usaha yang dijalankan womenpreneur termasuk di bidang fesyen (32 persen), kuliner (27 persen), ritel (26 persen), kecantikan (17 persen), dan beberapa usaha lainnya di bidang kesehatan, kerajinan, pendidikan agrobisnis, serta travel.

Dari segi jenis usaha yang paling banyak dijalankan mereka adalah usaha rumahan (49 persen) dan sebanyak 46 persen tidak memiliki toko/gudang/badan usaha.

Fakta lain, omzet yang diperoleh womenpreneur Indonesia sebagian besar (87 persen) berada di bawah 15 juta per bulan atau di bawah Rp200 juta setahun.

Menurut data, motivasi terbesar womenpreneur dalam membangun dan menjalankan usaha adalah tidak ingin terlalu bergantung pada pasangan dalam hal finansial (52 persen); mencari kesibukan dan aktualisasi diri (50 persen); dan menambah pemasukan utama yang dirasa kurang cukup dalam memenuhi kebutuhan (44 persen).

Dalam rangka memberdayakan dan menumbuhkan lebih banyak womenpreneur di Indonesia, SIRCLO Group pun terus meningkatkan jumlah keterlibatan pengusaha perempuan di dalam ekosistemnya.

Hingga saat ini, sebanyak 65 persen dari pengusaha berskala mikro, kecil hingga menengah dalam ekosistem SIRCLO Group adalah perempuan.

Melalui tiga lini bisnis yakni SIRCLO Store, IbuSibuk, dan WarungPintar, SIRCLO fokus meningkatkan pertumbuhan bisnis sesuai dengan spesialisasi masing-masing.

SIRCLO Store berfokus membantu womenpreneur yang memiliki brand sendiri; IbuSibuk dikhususkan bagi womenpreneur yang mempromosikan produk/brand pada khalayak luas; sementara Warung Pintar memberdayakan womenpreneur yang memiliki toko dan menjual beragam produk/brand.


Baca juga: SIRCLO akuisisi Warung Pintar masuki sektor retail

Baca juga: Sirclo bagikan bingkisan untuk para "pahlawan" digital

Baca juga: 5 fakta menarik Harbolnas 12.12

Pewarta: Arnidhya Nur Zhafira
Editor: Ida Nurcahyani
Copyright © ANTARA 2022