Benghazi, Libya (ANTARA News/AFP) - Pemberontak Libya mengatakan mereka telah mengirim lebih banyak gerilyawan dan persenjataan melalui laut ke Tripoli dari wilayah kantong pantai mereka Misrata, sekitar 200 kilometer ke timur dari ibu kota Libya itu.

"Beberapa kapal telah tiba di ibu kota Tripoli kami yang tercinta dari Misrata, dengan sejumah besar gerilyawan dan amunisi di atasnya," kata sebuah pernyataan dari Pusat Informasi Dewan Militer Misrata, Senin.

"Hari sebelumnya, pada saat serangan pemberontak di ibu kota itu, hampir 200 gerilyawan pemberontak dari Misrata telah menyusup ke Tripoli melalui laut," pernyataan itu menambahkan.

Di Tripoli, listrik di seluruh ibu kota itu dengan pengecualian tampaknya di kompleks Muamar Gaddafi di Bab al-Aziziya, telah terputus, kata seorang wartawan AFP.

Kegelapan tidak mencegah warga di wilayah permukiman penduduk Gorji di bagian barat laut ibu kota untuk turun ke jalan, berkumpul dan bernyanyi saat berita tersebar bahwa bala bantuan pemberontak dari Misrata dan tempat lainnya di Libya timur telah tiba.

Pemberontak dari Misrata juga meneruskan kemajuan mereka dari Tripoli untuk bergabung dengan gerilyawan setempat, kata pernyataan itu. Mereka menegaskan bahwa pemberontak telah memutuskan terus maju untuk menguasai ibu kota Tripoli.

Mereka juga terus mendesak maju ke selatan dari Misrata ke arah Sirte, kampung halaman Gaddafi dan salah satu benteng pertahanan rezimnya.

Gerilyawan telah maju melewati kota Abegrin, lebih dari 100 kilometer di selatan Misrata, tempat mereka ditembak oleh pasukan Gaddafi, tapi tidak ada korban, kata pernyataan itu.

Orang-orang dewasa dan anak-anak yang membawa bendera menyanyikan "Allahu Akbar" (Allah Maha Besar) saat mereka berpawai di distrik Gorji di Tripoli. Sementara para wanita berusaha untuk menyesesuaikan volume suara mereka dengan nyanyian yang sama meskipun tetap berada di dalam rumah.

Pemberontak Libya Selasa menyatakan mereka telah menguasai sebagian besar Tripoli, markas besar pemerintah dan militer Muamar Gaddafi, yang telah memerintah Libya selama sekitar 42 tahun. Para gerilyawan mengatakan mereka belum menemukan Gaddafi, yang dikabarkan telah melarikan diri ke perbatasan dengan Aljazair.

(Uu.S008)

Editor: Ruslan Burhani
Copyright © ANTARA 2011