Jakarta (ANTARA News) - PT Mercedes Benz Indonesia kembali menggebrak pasar mobil premium Indonesia dengan melepas dua varian terbaru S-Class yang dilengkapi dengan mesin berteknologi 'charged gasoline injection (CGI)', yang diklaim lebih hemat, ramah lingkungan, dan tentu sarat tenaga.

Dengan hadirnya dua varian terbaru itu yakni S 350 CGI dan S 500 CGI, Mercedes Benz membuktikan komitmennya untuk melengkapi jajaran produksinya di Indonesia dengan teknologi CGI.

Sebelumnya beberapa model seperti C-Class, E-Class, CLS, dan jenis roadster SLK yang beredar di Indonesia juga telah dilengkapi dengan teknologi CGI.

Menurut Rudi Borgenheimer, Presiden Direktur dan CEO PT Mercedes Benz Indonesia, kehadiran kendaraan-kendaraan berteknologi CGI di Indonesia sudah tepat pada waktunya.

"Mercedes Benz S 350 CGI dan S 500 CGI hadir pada saat yang tepat ketika pelanggan membutuhkan mobil dengan performa tinggi dan pada saat yang sama sangat hirau pada persoalan lingkungan hidup," kata Rudi dalam jumpa pers di Jakarta, Senin.

Klaim ramah lingkungan Mercedes Benz bukan pepesan kosong, buktinya mobil mewah buatan Jerman itu telah mendapat sertifikat 'eco industry' dari TUV Rheinland, lembaga sertifikasi di Jerman yang hirau akan keseimbangan hubungan manusia, teknologi, dan lingkungan.

Selain itu menurut data Mercedes Benz, S 350 CGI diklaim hanya menghabiskan 7,6 liter bensin untuk menempuh jarak 100 kilo meter. Untuk S 500 CGI, jarak 100 km bisa ditempuh dengan menghabiskan 9,3 liter bensin.

Meski hemat bahan bakar, dua varian terbaru S-Class itu tidak lantas melemah. Dibekali dengan sistem penyemprotan dan penyuntikan bahan bakar langsung generasi ketiga, yang dilengkapi dengan multi injektor dan multi-pengapian, tenaga S-Class justru meningkat 12 persen dibanding varian yang belum dilengkapi teknologi CGI.

PT Mercedes Benz Indonesia memproduksi S 350 CGI dan S 500 CGI secara lokal. S 350 CGI dibanderol dengan harga Rp2,019 miliar, sementara S 500 CGI dilepas dengan harga Rp2,699 miliar (off the road).

(Ber/S026)
Pewarta:
Editor: Suryanto
Copyright © ANTARA 2011