Perpanjangan landasan ini mendukung penunjukan Makassar sebagai pintu masuk utama ekonomi di Indonesia setelah Bandara Internasional Soekarno-Hatta.
Makassar (ANTARA News) - Landasan pacu  Bandara Internasional Sultan Hasanuddin akan diperpanjang sepanjang 400 meter dari 3.100 meter menjadi 3.500 meter untuk memenuhi kelaikan pendaratan bagi pesawat berbadan lebar.

Perpanjangan landasan ini merupakan respon dari Kementerian Perhubungan setelah Sulsel mengajukan Sertifikasi Kelaikan Udara untuk pendaratan pesawat jenis Boeing 747 seri 400, kata Kepala Dinas Perhubungan Sulawesi Selatan (Sulsel) Masykur A. Sulthan, di Makassar, Jumat.

Dengan perpanjangan landasan pacu ini, kelak bandara bisa didarati pesawat berbadan lebar jenis apapun, kata Masykur.

Saat ini, Bandara Sultan Hasanuddin sudah bisa didarati pesawat jumbo jet seperti, Boeing 747-400, meski dengan kapasitas yang masih terbatas.

Perpanjangan landasan ini mendukung penunjukan Makassar sebagai pintu masuk  utama ekonomi di Indonesia setelah Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Jakarta.

Namun, sebelum pengerjaan penambahan panjang landasan dimulai, pesawat berbadan lebar baik yang mendarat atau lepas landas di Makassar harus mengurangi kapasitas kargo.

Terkait anggaran, ia tidak menyebut secara rinci jumlah yang akan digunakan untuk memperpanjang landasan yang pengerjaannya akan dimulai pada 2012 tersebut.

Bandara Sultan Internasional Sultan Hasanuddin harus memiliki sertifikat tersebut menyusul ditetapkannya Makassar sebagai gerbang utama perhubungan udara nasional sekaligus persiapan menyambut penerapan "open sky" 2015.

Rencana penambahan panjang landasan ini akan kembali dibicarakan dengan Menteri Perhubungan Freddy Numberi, yang dijadwalkan membuka Pekan Keselamatan Jalan pada Senin 19 Juli 2011 di Makassar.

Selain itu, Pemprov Sulsel juga akan memaparkan sejumlah prioritas pembangunan infrastruktur perhubungan seperti pembangunan jalan bypass, monorel dan kereta di kawasan kota baru Makassar, Maros, Sungguminasa dan Takalar (Mamminasata).

(Z003)

Editor: Ella Syafputri
Copyright © ANTARA 2011