Paris (ANTARA News/AFP) - Prancis harus tetap mengendalikan dengan ketat keuangan publik, tetapi tidak akan membiarkan hal itu melemahkan komitmen internasional, terutama untuk mitra di Eropa, menteri keuangan baru Valerie Pecresse mengatakan Kamis.

"Saya akan memastikan bahwa pengeluaran dikendalikan dan defisit berkurang, yang merupakan kebutuhan mutlak," kata Pecresse yang secara resmi menempati kantornya setelah perombakan pemerintahan pada Rabu dipicu oleh penunjukkan menteri keuangan Christine Lagarde menjadi ketua Dana Moneter Internasional.

"Prancis telah mengambil komitmen internasional yang sangat kuat, terutama terhadap mitra di Eropa, dan komitmen tersebut harus dipertahankan," kata Pecresse.

Dia mengatakan Eropa dalam sorotan - sebuah referensi jelas bagi krisis utang Yunani - dan ia bertujuan untuk pergi bahkan lebih lanjut dalam menempatkan keuangan publik Prancis pada sebuah basis berkelanjutan, dibantu oleh pertumbuhan yang akan meningkatkan pendapatan.

Total utang publik Prancis naik 54,9 miliar euro (78,5 miliar dolar AS) pada kuartal pertama menjadi 1,65 triliun euro atau 84,5 persen dari produk domestik bruto, jauh di atas batas 60 persen Uni Eropa tapi masih lebih rendah dibandingkan beberapa anggota lainnya, data resmi menunjukkan Kamis.

Dari 82,3 persen pada akhir 2010, pemerintah memperkirakan utang naik menjadi 85,4 persen dari PDB tahun ini dan 86,9 persen pada 2012 sebelum jatuh kembali ke 85,6 persen pada 2013.

Pada April, Lagarde memangkas estimasinya untuk defisit anggaran tahunan 2011 menjadi 5,7 persen dari PDB dari sebelumnya 6,0 persen tapi mempertahankan perkiraannya 4,6 persen untuk tahun depan dan 3,0 persen - batas Uni Eropa - pada 2013.

Angka pada Rabu menunjukkan bahwa ekonomi Prancis tumbuh sedikit kurang dari yang diharapkan pada kuartal pertama, sebesar 0,9 persen, turun dari perkiraan sebelumnya 1,0 persen.

Lembaga Statistik INSEE pekan lalu mengatakan ekonomi akan tumbuh 2,1 persen tahun ini sementara pemerintah memperkirakan 2,0 persen.

Ekonomi Eropa, yang dipimpin oleh Jerman, sangat baik memasuki ke 2011 tetapi telah melambat dalam beberapa bulan terakhir, memicu kekhawatiran bahwa pertumbuhan mungkin akan keluar puncaknya secara global setelah data lemah di China dan Amerika Serikat.

Data Prancis lainnya Kamis beragam - konsumsi rumah tangga secara keseluruhan pada Mei turun untuk ketiga bulan berturut-turut, turun 0,8 persen dibandingkan dengan April, meskipun itu menyembunyikan sebuah peningkatan di penjualan barang-barang konsumen dan mobil.(*)

(UA026/S006)

Editor: Ruslan Burhani
Copyright © ANTARA 2011