Bengkulu (ANTARA News) -  Harimau Sumatra (Panthera Tigris Sumatrae) sering didapati warga berkeliaran di dua desa Kecamatan Padang Bano, Kabupaten Lebong, Bengkulu.

"Kami sudah menurunkan tim ke Lebong untuk menindaklanjuti  laporan mengenai gangguan harimau," kata  Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bengkulu Amon Zamora di Bengkulu, Senin.

Ia mengatakan, laporan gangguan harimau diterima dari Kepala Desa Uei dan Limas Jaya Kecamatan Padang Bano, Kabupaten Lebong.

Dalam suratnya, kedua kepala desa yang berbatasan itu mengatakan melihat tiga ekor harimau berkeliaran di sekitar desa mereka.

Para kepala desa itu juga menyebutkan bahwa harimau telah memangsa tujuh ekor kambing milik warga di dua desa dan puluhan ekor ayam.

"Satu ekor sapi juga dilaporkan dalam surat itu sudah digigit, tapi tidak sampai mati," tambahnya.

Meski belum sampai merenggut korban manusia, kepala desa mengatakan kemunculan harimau di sekitar desa mereka telah menimbulkan kecemasan bagi warga.

Warga yang sehari-hari berprofesi sebagai petani menjadi takut ke kebun. Demikian juga dengan para siswa mengaku takut ke sekolah karena mereka harus melewati kebun.

"Jadi kami langsung menurunkan petugas yang akan bergabung dengan tim FFI di Lebong untuk mengetahui dengan pasti lokasi munculnya harimau itu," tambahnya.

Amon mengatakan, jika dua desa tersebut berbatasan langsung dengan kawasan hutan, maka harimau akan diupayakan diusir masuk ke dalam hutan.

Pengusiran hingga jarak tujuh kilometer ke dalam kawasan hutan, menurutnya, sudah tergolong aman dan harimau tidak akan masuk ke desa.

"Tapi kalau harimau itu sudah melewati beberapa desa dari kawasan hutan maka akan dievakuasi, tentu setelah mendapat izin dari Dirjen PHKA," tambahnya.

Amon mengatakan, evakuasi satwa dilindungi itu merupakan jalan terakhir untuk mengamankannya dari ancaman pembunuhan dari warga setempat.
(KR-RNI/R014)

Editor: Aditia Maruli Radja
Copyright © ANTARA 2011