Jakarta (ANTARA News) - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono telah menginstruksikan Kementerian Pendidikan Nasional serta kementerian terkait untuk merumuskan lalu menjalankan edukasi nilai-nilai Pancasila dengan metode yang paling efektif.

Dalam pidatonya pada peringatan pidato Bung Karno 1 Juni 1945 di Gedung MPR/DPR/DPD, Jakarta, Rabu, Presiden Yudhoyono mengatakan, edukasi itu bisa dilakukan melalui berbagai cara selain pendidikan formal yaitu kegiatan ekstrakurikuler, pramuka, atau pun seni budaya yang diikuti oleh masyarakat luas.

"Kita ingin langkah revitalisasi Pancasila benar-benar efektif, bisa diterima masyarakat luas, dan tidak kontra produktif," ujarnya.

Dalam pidatonya, Presiden Yudhoyono menyebutkan hasil survei Badan Pusat Statistik (BPS) dilaksanakan pada Mei 2011 menunjukkan bahwa 79,26 persen masyarakat berpendapat Pancasila penting untuk dikembangkan dalam kehidupan sehari-hari.

Survei melibatkan 12.056 responden dari berbagai kalangan di 181 kabupaten/kota tersebar di 33 provinsi itu juga menyebutkan 89 persen masyarakat berpendapat bahwa berbagai masalah bangsa seperti konflik atas nama agama, etnis, dan kelompok, akibat kurangnya pemahaman dan pengalaman nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.

Sedangkan tentang bagaimana nilai-nilai Pancasila sebaiknya disampaikan, 30 persen masyarakat menyebutkan melalui pendidikan, 19 persen melalui contoh dan perbuatan nyata dari pejabat negara, 14 persen melalui contoh dan perbuatan nyata, 13 persen melalui pidato, 12 persen melalui media massa, sedangkan 10 persen melalui ceramah agama.

Menurut 40 persen responden yang disurvei, pendidikan nilai-nilai Pancasila bisa disampaikan oleh guru dan dosen, 28 persen oleh tokoh masyarakat dan pemuka agama, 20 persen oleh badan khusus yang dibentuk pemerintah, dan tiga persen oleh elit politik.

Presiden mengatakan survei itu tidak dijadikan satu-satunya dasar oleh pemerintah untuk merumuskan metode revitalisasi Pancasila, tetapi akan dijadikan sebagai bahan pertimbangan.
(D013)

Editor: Bambang
Copyright © ANTARA 2011