Jakarta (ANTARA News) - Pengembang properti dan pengelola mal, PT Lipoo Karawaci (LPKR) berencana akan membangun 15 mall baru di lokasi-lokasi strategis di seluruh Indonesia dalam tiga tahun kedepan.

"Pembangunan 15 mall baru itu akan dibangun di Jakarta, Bali, Surabaya, Medan dan Palembang," kata Chief Executive Officer Divisi Retail Malls LPKR Michael Riady dalam siaran pers perusahaan di Jakarta, Senin.

Ia menambahkan, dengan ekspansi perusahaan yang akan membangun 15 mall baru dalam 3 tahun ke depan berarti perusahaan akan mengoperasikan 50 mall dalam portofolionya pada tahun 2016.

"Visi dari Divisi Retail Malls LPKR adalah memiliki 50 mal dalam portofolionya dalam 5 tahun ke depan. Untuk mencapai tujuan itu, kami telah menempatkan tim senior manajemen yang memiliki pengalaman global yang signifikan di bidang ritel untuk memberikan kepemimpinan yang diperlukan," katanya.

Ia menambahkan, pengembangan terbesar akan berlokasi di Jakarta dan Surabaya dengan 148 ribu meter persegi (m2) di The St.Moritz Mall, 91 ribu m2 di Cempaka Putih, 79 ribu m2 di Kemang Village Mall, 69 ribu m2 mal ritel di Salemba, dan juga 61 ribu m2 di Surabaya Junction Mall.

Selain itu, lanjut dia, LPKR juga memiliki rencana membangun mall ritel seluas 33.300 m2 di Kuta, Bali dan kompleks ritel lainnya dengan luas mulai dari 10 ribu ? 50 ribu m2 di Jakarta Pusat, Jakarta Timur, Salemba, Sidoarjo, Medan, Palembang, Bali dan Yogyakarta.

Ia mengatakan, Divisi Asset Management LPKR berencana untuk meningkatkan jumlah dana yang dikelola dari 1,3 miliar dolar AS menjadi 3 miliar dolar AS dalam tiga sampai lima tahun dan menjadikan pendapatan jasa terkait sebagai motor penggerak dalam strategi pertumbuhan LPKR.

"Dengan pengembangan 15 mal yang akan datang, LPKR akan menambah ruang ritel sewa seluas 570 ribu m2 ke pasar yang akan menciptakan peluang besar bagi peritel lokal maupun internasional untuk berkembang di Indonesia serta menciptakan kesempatan kerja bagi masyarakat disekitarnya," kata dia.

(ANTARA/S026)

Editor: Suryanto
Copyright © ANTARA 2011