Jakarta (ANTARA) - Technical delegate cabang olahraga modern pentathlon pada Pekan Olahraga Nasional XX di Papua (PON Papua) Glenn Clifton mengatakan peta persaingan dari cabang olah raga eksibisi itu diperkirakan hanya pada empat daerah.

Menurut Glen Clifton, dari delapan provinsi yang mengirimkan atletnya, tapi hanya empat provinsi yang memiliki persiapan cukup matang, yakni DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur, dan Sulawesi Selatan.

"Sulsel diperkuat atlet Asian Games 2018, tapi itu sudah tiga tahun lalu. Sekarang, mungkin saja dia kehilangan momentum karena tidak ada kejuaraan saat pandemi COVID ini," kata Glenn Clifton dalam keterangannya, di Jakarta, Kamis.

Kemudian, DKI Jakarta juga turun dengan kekuatan penuh dan ditangani oleh pelatih tim nasional. Jawa Timur menjadi daerah yang siap bersaing lantaran diperkuat atlet SEA Games, demikian juga dengan Jawa Barat. 

Baca juga: Nabila amankan emas senam ritmik nomor serba bisa PON Papua untuk DKI

"Jawa Barat ditangani oleh peraih emas SEA Games 2019 Muhamad Taufik. Jadi mereka menguasai program dan seluk beluk latihan,” kata dia.

Adapun cabang olah raga moderan yakni pentathlon akan memperebutkan enam set medali, yakni triathle putra putri, laser run putra putri, mix relay triathle, dan mix relay laser run.

Meskipun ada lima disiplin olahraga pada PON Papua ini, tapi hanya tiga disiplin olahraga yang dimainkan, yakni renang, lari, dan menembak, sedangkan disiplin olah raga berkuda dan anggar tidak dilombakan.

Menurut Glenn, cabang olah raga berkuda dan anggar tidak dilombakan karena PON Papua hanya melombakan tiga nomor saja. PON Papua juga level kejuaraannya untuk atlet level dua.

"Untuk menggelar perlombaan anggar dan berkuda biayanya sangat besar. Karena yang wajib untuk melombakan lima disiplin cabang olah raga tersebut  hanya kejuaraan pada level Asian Games ke atas.

Baca juga: Menkominfo tinjau layanan telekomunikasi di PON XX Papua
 

Pewarta: Sihol Mulatua Hasugian
Editor: Riza Harahap
Copyright © ANTARA 2021