Jakarta (ANTARA News) - Menko Perekonomian Hatta Rajasa mengatakan wacana pembentukan dana stabilisasi obligasi merupakan salah satu strategi pemerintah untuk mengantisipasi terjadinya peralihan modal asing secara tiba-tiba dari Indonesia.

"Ini sedang dibicarakan antara Kementerian Keuangan dengan Kementerian BUMN, dan kita harus menyiapkan respon kalau terjadi sudden reversal," ujarnya saat ditemui di Jakarta, Rabu.

Ia menjelaskan wacana tersebut juga akan dibicarakan dengan Bank Indonesia (BI) dan pemerintah siap dengan kemungkinan pelaksanaannya.

"Kita menyiapkan tapi bukan berarti seakan-akan kita meramalkan gempa akan datang. Kita tetap welcome dengan inflow, yang penting aliran dana bisa kita manfaatkan," ujarnya.

Menteri BUMN Mustafa Abubakar juga menjelaskan saat ini Kementerian Keuangan dengan Kementerian BUMN sedang membahas kemungkinan pembentukan dana stabilisasi obligasi.

"Kita sedang bahas konsep kerjasamanya, kelihatannya itu program yang strategis untuk fiskal kita. Jangan sampai arus modal keluar," ujarnya.

Ia belum dapat memastikan BUMN mana sajakah yang ikut dalam komitmen pembentukan dana stabilisasi ini. "Nanti kami lihat BUMN-BUMN yang relevan dan punya kemampuan," ujarnya.

Ia melanjutkan, besarnya dana yang akan disumbang oleh perusahaan-perusahaan BUMN tergantung dari hasil pembahasan dan kesepakatan yang akan disetujui dalam waktu dekat.

"Sekarang sedang dalam tahap kami identifikasi dulu. Nanti kita lihat BUMN yang relevan dan punya kemampuan fiskal. Yang penting kita mempunyai kesepakatan dulu," ujarnya.
(S034/S006/A038)

Editor: Aditia Maruli Radja
Copyright © ANTARA 2010