Jakarta (ANTARA News) - Berdasarkan riset Taiwan's Automative & Testing Center (ARTC), Taiwan menghasilkan lebih dari sepertiga total produksi barang elektronik, termasuk skuter elektrik pada tahun 2009.

Menurut ARTC, tahun lalu perusahaan-perusahaan di Taiwan menghasilkan 278.000 skuter elektrik atau sekitar 38.6 persen dari total produksi dunia.

Taiwan External Trade Development Council (TAITRA) dalam siaran persnya Jumat mengatakan, ada potensi untuk industri sepeda motor Indonesia dan Taiwan untuk berbagi dan bekerjasama dalam pertumbuhan bisnis skuter elektrik baru.

Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) melaporkan penjualan sepeda motor di tanah air tahun ini mencapai 4.787.757 unit dari total produksi sebanyak 9 juta unit di pasar ASEAN.

Berdasarkan penjualan semseter lalu tahun 2010, penjualan sepeda motor diperkirakan akan melewati nilai 6 juta unit. Jumlah itu meningkat sebesar 10 persen dari target sebelumnya sebesar 5.6 sampai 5.8 juta unit.

Menurut laporan, penjualan sepeda motor bebek sampai dengan bulan Agustus mencapai 2.3 juta unit. Penjualan skuter elektrik mencapai 2.1 juta unit.

Skuter elektrik pertama kali diperkenalkan tahun 2004. Produk itu mengalami pertumbuhan yang sangat cepat dan diperkirakan akan terus berkembang seiring perkembangan di negara tetangga seperti Malaysia, Thailand, dan Vietnam.

Salah satu Agen Tunggal Pemegang Merk (ATPM) sepeda motor di Indonesia menyatakan, penjualan skuter elektriknya meningkat hampir dua kali lipat dari 343.249 unit menjadi 660.101 unit tahun 2010.

Peluang dalam pasar sepeda motor di Indonesia untuk berkembang membuat Indonesia menjadi salah satu sasaran produsen skuter elektrik termasuk Taiwan.

"Kami telah menyediakan elektronik skuter di empat belas negara. Kami berencana untuk memasarkan skuter elektrik ke pasar dunia," kata William Chang, senior manager of corporate marketing Chroma ATE Inc.

Bedasarkan Chroma ATE, harga satu skuter elektrik buatan Taiwan berkisar antara 2.000 dolar hingga 3.000 dolar. Skuter itu mampu menempuh perjalanan 95 kilometer per isi ulang baterai. Untuk mengisi ulang baterai dibutuhkan waktu hingga delapan jam.

(ENY/S026)
Pewarta:
Editor: Suryanto
Copyright © ANTARA 2010