Cimahi (ANTARA News) - Syamsudin Sayuti (78), warga Kota Cimahi, Jabar, mengungkapkan bahwa anaknya, Nani (36), yang bekerja sebagai TKI di Arab Saudi telah disekap dan disiksa oleh majikannya selama kurang lebih tiga tahun.

Penyiksaan dan penyekapan diketahui Syamsudin ketika kontak terakhir dengan Nani pada 23 Desember 2007. Dalam pembicaraan itu, Nani mengaku sering disiksa ketika hendak meminta gajinya kepada majikannya Abdullah Ali Mohd Albakhit.

Menurut ayah Nani, Syamsudin Sayuti (78), pihaknya baru satu kali kontak sejak keberangkatan tanggal 23 Desember 2007. Dalam kontak pertama dan terakhir, Nani mengaku sering disiksa oleh majikan apabila minta gaji atas hasil pekerjaannya sebagai pembantu rumah tangga di keluarga Abdullah Ali Mohd Albakhit.

"Tak hanya itu, pakaiannya pun sering dibuang. Dan Nani sampai sekarang disekap oleh keluarga majikannya. Makanya, Nani sempat melarikan diri. Tapi, ketahuan setelah ketahuan, Nani kembali disekap sampai sekarang.

Bahkan, keluarga majikan dengan sengaja menyita alat komunikasi milik Nani agar tidak bisa komunikasi langsung dengan keluarga di tanah air," kata Syamsudin kepada wartawan di rumahnya di Jalan Sukimun Nomor 75 Keluarahan Baros Kecamatan Cimahi Tengah, Kota Cimahi, Jabar, Jumat.

Dijelaskan Syamsudin, dalam perjanjian kontrak kerja, Nani dipekerjakan selama dua tahun dengan gaji 800 real setiap bulan.

Setelah bekerja lebih dari dua tahun, Nani tidak diijinkan pulang tanpa ada alasan yang jelas. Majikan Nani sempat menjanjikan kepada PJTKI akan segera memulangkan Nani dalam tiga hari pascalebaran Idul Fitri 2010.

"Tapi, janji itu tidak kunjung dipenuhi. Kemudian sang majikan menjanjikan kepada sponsor yang merupakan paman Nani bernama Umed Bin Sayuti yang akan memulangkan lagi Nani setelah Idul Adha. Janji itu, tidak terwujud juga," tandasnya.

Menurutnya, seharusnya pihak yang bertanggungjawab dari menghilangnya Nani adalah PJTKI PT Salman Putra Rayana yang beralamat di Raya Tapos Nomor 8 Depok sebagai pihak yang memberangkatkan Nani.

"Tuntutan kami tidak banyak menuntut banyak. Tapi, hanya memulangkan Nani secepatnya dalam kondisi yang selamat. Selain itu, saya pun sudah melapor kepada pihak Kelurahan Baros agar ikut membantu mengusahakan kepulangan Nani," katanya.

Nani merupakan seorang janda beranak satu yang sampai saat ini status hubungan pernikahannya dengan Yadi Supriyadi masih menggantung. Nani meninggalkan putrinya Affina Sulistyani sejak anaknya itu berusia tiga tahun.

"Anaknya Nani setiap saat seringkali menanyakan kabar ibunya. Sebagai kakeknya, batin saya menjerit dan bilang jika ibunya akan segera pulang," paparnya.

Sementara Lurah Baros Endang mengatakan, pihaknya akan segera menindaklanjuti laporan hilangnya salah saeorang warganya yang pergi ke luar negeri sebagai TKI.

(ANT/S026)

Editor: Suryanto
Copyright © ANTARA 2010