Bandung (ANTARA) - Penggunaan listrik di Bandung Raya dalam seminggu ke depan diprediksi mengalami penurunan signifikan karena liburan Hari Raya Idul Fitri 1431 hijriyah.

"Sejumlah pabrik tidak beroperasi sekitar lima hingga tujuh hari, selain itu warga kota juga banyak yang mudik. Secara umum pasokan listrik pada Hari Raya Idu Fitri 1431 H aman," kata Kepala Humas PT PLN APJ Bandung, Husen Nazar di Bandung, Selasa.

Menurut Husein, penggunaan listrik pada saat beban puncak dipastikan menurun cukup signifikan. Penurunan penggunaan listrik bisa mencapai lebih dari lima persen.

Ia mencontohkan, beban puncak di wilayah Kota Bandung pada Selasa (7/9) turun signifikan menjadi 467,3 MW. Beban puncak siang hari di Bandung rata-rata 475 MW dan malam hari 476 MW.

"Penggunaan listrik terbesar pada Mei 2010 lalu, waktu itu mencapai 498 MW pada siang hari dan malam hari 499,7 MW," katanya.

Pasokan listrik aman, juga diungkapkan oleh Deputy Komunikasi PT PLN Distribusi Jabar dan Banten, Adang Djarkasih yang menyebutkan pasokan listrik untuk Jabar dan Banten aman.

"Kota Bandung dan beberapa kota di Bodebek mungkin akan mengalami penurunan penggunaan listrik karena libur Lebaran, namun di beberapa derah tujuan mudik seperti Sukabumi dan Priangan diprediksi akan terjadi kenaikan penggunaan listrik sekitar 4 persen," kata Adang.

Terkait gangguan menyusul terbakarnya Gardu Induk (GI) Manirancan di Kabupaten Kuningan Jawa Barat, sudah dilakukan perbaikan dan ditargetkan bisa tersambung kembali ke jaringan listrik sekaligus untuk meningkatkan ketersediaan listrik di kawasan Cirebon.

Terkait prosesi mudik, juru bicara PT PLN Distribusi Jabar dan Banten mengimbau agar memperhatikan keamanan jaringan listrik, terutama meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan adanya korsleting listrik.

"Pergunakan lampu seperlunya dan matikan aliran listrik yang tidak perlu dinyalakan saat ditinggal mudik," kata Adang menambahkan. (ANT/K004)

Pewarta:
Editor: Kunto Wibisono
Copyright © ANTARA 2010