Jayapura (ANTARA News) - "Virtual library" atau perpustakaan digital membantu para dosen di Papua untuk melengkapi bahan ajar guna menunjang perkuliahan di lingkungan perguruan tinggi.

"Perpustakaan digital dapat dimanfaatkan para dosen untuk memperkaya wawasan di bidang studi yang digelutinya maupun materi lainnya yang berkaitan," kata Dosen Program Studi Teknik Pertambangan, Universitas Negeri Cenderawasih (Uncen), Bevie Nahumury,ST di Jayapura, Selasa.

Dia mengakui, buku-buku teks kuliah untuk beberapa bidang tertentu masih belum tersedia di kampus maupun perpustaakan-perpustakaan lainnya di Jayapura.

"Dengan perpustakaan digital, kita bisa mengakses buku-buku yang tersedia di perpustakaan di seluruh dunia untuk mendapatkan informasi dan pengetahuan yang diperlukan melalui koneksi internet," kata Bevie.

Selain buku, lanjut dia, melalui perpustakaan digital para dosen juga bisa mendapatkan jurnal-jurnal penelitian yang terbaru baik skala nasional maupun internasional yang ditulis para pengajar perguruan tinggi dan peneliti di seluruh dunia.

"Ini penting sekali, karena dosen tentunya dituntut untuk selalu meningkatkan kemampuan intelektualitas dan keahliannya," ujar Bevie.

Selanjutnya dia menambahkan, tidak semua isi buku atau pun jurnal yang terdaftar di dalam perpustakaan digital dapat dibaca secara cuma-cuma. Ada beberapa referensi yang seluruh isinya dapat diperoleh secara bebas, tapi tidak sedikit pula yang hanya menampilkan profil dan intisari dari buku atau jurnal.

Namun demikian, menurut dia, ringkasan buku dan jurnal tersebut setidaknya bisa menjadi sumber inspirasi dan ide bagi para dosen untuk mengembangkan pembelajaran di kampus agar para mahasiswa, khususnya di Papua dapat mengikuti perkembangan dunia ilmu pengetahuan dan teknologi.

Bevie berharap, para dosen dan pengajar di setiap level pendidikan dapat memanfaatkan layanan tersebut agar kegiatan pembelajaran dapat berjalan lebih dinamis, inspiratif dan sesuai dengan perkembangan dunia.

"Perpustakaan digital juga bisa dimanfaatkan seluruh masyarakat karena perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi seharusnya menjadi perhatian kita semua," katanya. (LWA/K004)

Pewarta:
Editor: Kunto Wibisono
Copyright © ANTARA 2010