Semarang (ANTARA News) - Kepala Badan Pengelola Jalan Tol Nurdin Manurung mengungkapkan, dari 1.193 kilometer ruas jalan tol Trans-Jawa, sekitar 860 kilometer diantaranya sedang dalam proses pengerjaan.

Saat tinjauan Wakil Presiden Boediono terhadap proyek Tol Semarang-Solo, di Semarang, Sabtu, Nurdin mengakui, realisasi ruas tol Trans-Jawa yang dibangun sejak tahun 1988 ini masih lebih rendah dibandingkan target yang ditetapkan.

Menurutnya, salah satu kendala utama penyelesaian pembangunan Trans-Jawa ini adalah proses pengadaan lahan dan dia meminta dukungan semua kalangan dalam pembebasan lahan, mengingat kebutuhan jalan tol sudah sangat mendesak.

Padahal, lanjutnya, Kementerian Pekerjaan Umum telah menyiapkan sepuluh paket pekerjaan untuk menyelesaikan ruas tol Trans-Jawa ini.

Dia mengatakan, untuk ruas tol Semarang-Solo yang adalah bagian dari Trans-Jawa, Badan menargetkan seksi I yang menghubungkan Kota Semarang ke Ungaran, Kabupaten Semarang, mulai beroperasi pada Agustus 2010.

Keseluruhan proyek ditargetkan selesai dalam waktu tiga tahun ke depan.

Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah Bibit Waluyo menjabarkan, pengerjaan seksi I dibagi dalam tiga bidang.

Bidang pertama sudah mencapai 47 persen, bidang duaI 53 persen dan bidang tiga baru 15 persen.

Bibit mengakui kendala pengadaan lahan pada pengerjaan bidang tiga, namun dia menjamin masalah tersebut dapat diselesaikan.

Untuk proses pengerjaan seksi II rute Ungaran - Bawen, 57 persen lahan telah dibebaskan.

Bibit yakin, kemajuan-kemajuan tersebut akan mempercepat proses pembangunan konstruksi. (*)

Pewarta:
Editor: Jafar M Sidik
Copyright © ANTARA 2010